MIN 9 Medan Gelar Senam Kolaborasi, Padukan Kebugaran dan Pelestarian Budaya

Medan (Humas). Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 9 Medan menggelar kegiatan Senam Kolaborasi pada Sabtu pagi (31/08/2025), di halaman madrasah. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan penuh semangat.

Nur Hasanah Matondang selalu instruktur senam menyampaikan kegiatan senam ini bukan hanya bertujuan menjaga kebugaran jasmani, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya daerah yang ada di Kota Medan.

“Kota Medan adalah kota yang Pluralis terdiri dari berbagai macam suku dan budaya. Jadi senam kolaborasi merupakan perpaduan gerakan senam dengan musik tradisional khas Sumatera Utara yang dikemas secara modern, sehingga terasa energik sekaligus mengandung nilai budaya,ungkapnya.”

M.Teguh Septianto mendampingi instruktur menambahkan bahwa senam kolaborasi merupakan inovasi yang menggabungkan olahraga, seni, dan budaya.

“Kami ingin siswa-siswi tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tumbuh dengan kecintaan pada budaya lokal. Senam ini menjadi wadah untuk membentuk karakter sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah,” ujarnya.

Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap gerakan, mulai dari pemanasan hingga variasi gerakan senam dengan iringan musik tradisional. Beberapa guru juga menambahkan gerakan kreatif hasil kolaborasi bersama siswa, sehingga suasana semakin meriah.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Madrasah Satri,S.PdI,MA yang turut berpartisipasi. Menurut beliau, program tersebut menjadi bentuk pendidikan yang menyenangkan sekaligus mendidik.

“Anak-anak semangat olahraga selain menghasilkan kebugaran tubuh bisa juga meningkatkan konsentrasi untuk belajar sehingga tidak ada yang mengantuk di dalam kelas dan mereka juga belajar mengenal budaya daerah melalui lagu-lagu daerah yang mengiringi senam. Ini kegiatan yang positif dan patut dilanjutkan,tuturnya.”

Selanjutnya Satri menyampaikan bahwa senam pagi untuk seluruh warga madrasah MIN 9  Medan merupakan aplikasi salah satu kegiatan Kurikulum berbasis Cinta (KBC) yaitu hablum binnafsi (mencintai diri sendiri). Dengan melaksanakan senam maka tubuh akan sehat dan bugar sehingga melaksanakan ibadah, bekerja maupun menuntut ilmu lebih maksimal dilaksanakan dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat kesehatan yang diterima. Harapannya kegiatan ini berlanjut dan menjadi karakter kita semua,tutupnya.”

Melalui senam kolaborasi, MIN 9 Medan menunjukkan komitmennya dalam mendukung program Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan pendidikan karakter serta cinta bangsa negara dengan pelestarian budaya daerah. Kegiatan ini diagendakan rutin setiap Sabtu pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *