Medan (Humas) — KUA Medan Polonia bersama Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Polonia menggelar kegiatan Dzikir dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa, bekerja sama dengan Forkopimcam Kecamatan Medan Polonia. Kegiatan ini dilangsungkan di Masjid Silaturrahim, Jalan Cinta Karya, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kamis (4/9/2025).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, Kepala KUA Medan Polonia, H. Syahfuddin, S.Ag, perwakilan Forkopimcam Kecamatan Medan Polonia, Penyuluh Agama Islam, unsur Koramil 0201-05/MBS, Lurah dan Kepling se-Kecamatan Medan Polonia, serta masyarakat dan anggota majelis taklim setempat.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Penyuluh Agama Islam, M. Taufiq, S.H.I, yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan dzikir dan doa keselamatan bangsa yang dipimpin oleh M. Dahri Pohan, S.Sy., M.A.. Dalam doanya yang menyentuh, Dahri memohon agar Allah SWT melindungi Indonesia dari perpecahan dan kehancuran.
“Ya Allah, lindungilah negeri ini dari tangan-tangan yang zalim. Jauhkan kami dari perpecahan dan kehancuran. Hanya kepada-Mu kami berserah diri,” lirih Dahri sembari melantunkan shalawat, menambah haru suasana.
Dalam sambutannya, Dr. H. Impun Siregar, MA menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi bangsa yang kian rentan terhadap disintegrasi akibat maraknya informasi yang belum tentu benar, khususnya melalui media sosial.
“Kita wajib berhati-hati, terutama di era digital ini. Sudah terbukti, hanya karena komunikasi yang tidak berkualitas dan mencederai kepantasan publik, bisa memicu kekacauan dan tindakan anarkis,” tegasnya.
Sebagai penutup, para Penyuluh Agama Islam Hj. Nurasiah Harahap, M. Iqbal, dan Wan Muhammad Fajar memimpin ikrar kebulatan tekad bersama para peserta. Dalam ikrar tersebut, seluruh hadirin menyatakan komitmen untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah demi keutuhan bangsa.
Kegiatan ini menjadi refleksi bersama bahwa menjaga bangsa tidak hanya dengan senjata atau kekuasaan, tetapi juga melalui kekuatan doa, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama.

