Medan (Humas) Penyelenggara Katolik Kementerian Agama Kota Medan Pinta Omastri Pandiangan dan dua orang Penyuluh Agama Katolik Hamma Sitohang dan Zetra Saragih turut hadir dalam rapat koordinasi bersama pengurus inti LP3KD Kota Medan untuk membahas persiapan Lomba Mazmur Masyarakat Katolik tahun 2025. Pertemuan yang diadakan di Muchas Gracias Café, Minggu (21/9), bertujuan untuk merencanakan dan memastikan agar setiap detail persiapan terencana dengan baik dan pada akhirnya kegiatan Lomba Mazmur nantinya berjalan lebih baik, tutur Antonius D. Tumanggor selaku Ketua LP3KD Kota Medan. Dia juga menegaskan bahwa,“Kita semua panita harus bekerja keras dan berupaya semaksimal mungkin untuk menjadikan lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk membina iman dan mengembangkan bakat umat Katolik di Medan.”
Melengkapi persiapan Lomba Mazmur 2025, Pinta Omastri Pandiangan yang sekaligus menjadi sekretaris umum LP3KD menegaskan, “Lomba Mazmur akan dibagi menjadi tiga kategori: Sekami, remaja, dan dewasa. Hal ini diharapkan bisa menjaring lebih banyak peserta dari berbagai kelompok usia,” ujarnya.
Lomba dijadwalkan akan dilaksanakan pada awal November 2025. Selain itu, LP3KD juga akan segera melakukan audiensi dengan Vikaris Episkopal (Vikep) untuk membahas mekanisme penggunaan dana bantuan dari Pemerintah Kota Medan. Langkah ini diambil sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Dengan persiapan yang matang, LP3KD Kota Medan berharap Lomba Mazmur 2025 dapat menjadi wadah yang efektif untuk melestarikan liturgi gereja dan memupuk semangat kebersamaan di antara umat. “Kami ingin para peserta merasakan bahwa melalui Mazmur, mereka bukan hanya bernyanyi, tetapi juga sedang berdoa dan memuji Tuhan,” tutup Antonius.

