Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan turut ambil bagian untuk memberikan materi pembekalan bagi pelayan umat di Gereja Santo Antonius dari Padua, Jl. Hayam Wuruk, Medan, Kamis (2/10/2025). Keterlibatan ini menjadi bukti kehadiran penyuluh agama yang berdampak dengan terwujudnya sinergi antara Gereja dan Kementerian Agama dalam pembinaan umat.
Parokus Gereja Santo Antonius dari Padua RP. Moses Elias Situmorang, OFM Cap mengapresiasi kesediaan dua penyuluh di parokinya: Roni Antonius Sitanggang, S.Fil dan Marulam Nainggolan, S.S. Tugas pengajaran telah diberikan secara bertahap. Saat ini, mereka menjadi narasumber pada pembekalan PLBKS (Pelayan Luar Biasa Komuni Suci) atau sebelumnya disebut Prodiakon.
Kegiatan pembekalan sudah mulai sejak awal September 2025 dan berlangsung selama dua bulan hingga akhir Oktober 2025. Pada pembekalan ini, kedua penyuluh bekerja sama dengan tenaga pastoral dari paroki. Roni didaulat menyampaikan materi tentang Sakramen Baptis dan Viaticum. Sedangkan Marulam bertugas menyampaikan materi seputar Ekaristi dan Ajaran Moral Gereja.

Pemberian materi-materi di atas menjadi langkah penting dalam pembinaan PLBKS. Ketentuan Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan menyatakan bahwa untuk melaksanakan tugas PLBKS, hendaknya mereka dipersiapkan dan dibina dengan baik secara teknis dan secara rohani. Sebab, seorang pelayan harus memiliki kualifikasi iman, moral, dan kepribadian yang dapat diteladani.
Penyelenggara Bimas Katolik Kota Medan Pinta Omastri Pandiangan, MSP mengapresiasi peran penyuluh agama Katolik dalam pendampingan pelayan umat ini karena sesuai dengan asta cita Kementerian Agama RI, yakni Layanan Keagamaan Berdampak. “Keterlibatan penyuluh Katolik di Paroki Hayam Wuruk dapat dijadikan contoh mewujudkan sinergitas Gereja-Negara”, katanya.

