Penyuluh Agama Kristen Beri Bimbingan Rohani kepada Tahanan

Medan (Humas) – Dua Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dameriana Siahaan, M.Th, dan Melda Sihombing, S.M.Th, melaksanakan bimbingan rohani dan pembinaan mental bagi para tahanan di ruang tahanan sementara Polsek Delitua, wilayah hukum Medan Johor, pada Jumat (7/11).

Kegiatan yang berlangsung selama 90 menit ini diikuti oleh 16 orang tahanan laki-laki berusia 25 hingga 50 tahun. Mereka sedang menjalani proses hukum atas berbagai kasus, seperti perkelahian, pencurian, penyalahgunaan narkoba dalam jumlah kecil, pencurian kendaraan bermotor, pencurian ponsel, dan penipuan. Meski berasal dari kasus yang berbeda, seluruh peserta mengikuti pembinaan dengan tertib.

Materi pembinaan merujuk pada Kitab Kejadian 3:1–16 dan Mazmur 64:4, yang disampaikan dengan pendekatan sederhana serta relevan dengan kondisi para tahanan. Para penyuluh mengajak peserta untuk kembali memahami nilai iman, menjaga ketenangan diri, dan memanfaatkan masa penahanan sebagai ruang refleksi.

Mengawali penyampaian materi, Penyuluh Dameriana Siahaan memberikan penjelasan mengenai tujuan kegiatan ini. Ia mengajak para tahanan memahami bahwa setiap manusia dapat mengalami masa sulit dan tetap berpeluang memperbaiki diri. 

“Kami hadir untuk mendampingi Bapak-bapak dalam proses yang sedang dijalani. Situasi sekarang mungkin tidak mudah, tetapi hubungan dengan Tuhan tetap dapat dijaga dimanapun kita berada, dan itu bisa menjadi sumber kekuatan,” ujar Dameriana.

Dameriana kemudian mengajak para peserta memanfaatkan masa penahanan sebagai waktu untuk menenangkan diri dan melihat kembali jalan hidup mereka. Ia menjelaskan bahwa meski berada dalam keterbatasan, justru ada kesempatan untuk memahami apa saja yang perlu diperbaiki dan menata kembali langkah ke depan. Setelah itu, ia mendorong para binaan untuk tetap menjaga hubungan rohani dan membuka diri terhadap perubahan yang lebih baik. 

“Selama berada di sini, Bapak-bapak punya waktu untuk lebih mengenal diri sendiri. Kadang, di saat seperti ini, kita justru bisa melihat dengan lebih jelas apa yang penting dalam hidup. Kalau ada hal yang ingin dibenahi, masa ini bisa menjadi awal yang baik,” ucapnya dengan lembut.

Pada sesi berikutnya, Penyuluh Melda Sihombing memberikan penguatan tambahan yang menekankan pentingnya harapan dan pemulihan diri. Ia mengajak peserta memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk kembali memperbaiki keadaan. 

“Setiap hari memberi kita kesempatan baru. Jalan yang ditempuh mungkin berat, tetapi harapan itu tetap ada. Kita bisa mulai dari hal-hal sederhana seperti berdoa, bersyukur, dan belajar lebih sabar,” ujar Melda.

Kegiatan berlangsung dengan berbagai metode, mulai dari ceramah, diskusi kelompok, konsultasi pribadi, hingga ibadah singkat. Beberapa peserta memanfaatkan sesi konsultasi untuk berbagi cerita dan mencari penguatan rohani, dan para penyuluh memberikan pendampingan dengan penuh perhatian.

Sebagai bentuk kepedulian, para penyuluh juga membawa makanan dan kebutuhan dasar untuk para tahanan. Bantuan ini diterima dengan baik dan memberikan tambahan dukungan selama mereka menjalani masa penahanan.

Kegiatan bimbingan rohani ini merupakan bagian dari komitmen Kemenag Medan dalam memastikan seluruh masyarakat, termasuk warga binaan, tetap memperoleh akses pembinaan keagamaan. Melalui pendampingan ini, diharapkan para tahanan dapat menemukan ketenangan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan langkah yang lebih baik setelah menyelesaikan proses hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *