Wujudkan Sinergi dengan Gereja, Penyuluh Agama Katolik Medan Sosialisasikan Makna Hari Pangan Sedunia

Medan (Humas) Dalam semangat sinergitas dengan Gereja, Penyuluh Agama Katolik Kota Medan Roni Antonius Sitanggang, S.Fil. menyosialisasikan nilai-nilai Hari Pangan Sedunia (HPS) kepada umat Katolik di Lingkungan Santa Teresa Kalkuta, Medan Sunggal, Kamis (6/11/2025). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Keuskupan Agung Medan yang bertujuan membangkitkan kesadaran umat akan pentingnya pemenuhan pangan yang layak, berkelanjutan, dan dapat diakses oleh semua orang sebagai wujud perhatian Gereja terhadap kesejahteraan bersama.

Dalam paparannya, Roni menjelaskan bahwa Gereja Katolik memandang pangan bukan semata kebutuhan fisik, tetapi juga bagian dari martabat manusia sebagai ciptaan Allah. Peringatan Hari Pangan Sedunia ini ingin mengajak umat untuk menumbuhkan sikap syukur, solidaritas, dan rasa peduli kepada sesama, khususnya mereka yang masih hidup dalam kekurangan. Hal ini sejalan dengan ajaran Gereja yang menyatakan bahwa rezeki adalah anugerah Tuhan yang harus dibagikan, sebagaimana tertulis dalam doa yang diajarkan Yesus: “Berikanlah kepada kami rezeki pada hari ini” (Mat 6:11).

“Kita harus mengambil nyata dalam mendukung ketahanan pangan ini, baik dalam keluarga maupun lingkungan sekitar. Beberapa tindakan sederhana yang dapat kita lakukan, antara lain mengurangi pemborosan makanan, berbagi pangan kepada sesama yang membutuhkan, serta mendukung gerakan bercocok tanam di pekarangan rumah”, katanya memberi ajakan kepada umat yang hadir sambil menegaskan bahwa tindakan kecil yang dilakukan dengan kasih akan menghasilkan dampak besar dalam kehidupan bersama sesuai ajaran kasih Kristiani.

Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh umat yang hadir. Mereka menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut memperkaya pemahaman iman sekaligus menambah kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan kasih Kristus, diharapkan umat semakin terdorong untuk menghadirkan Gereja sebagai sumber berkat bagi lingkungan sekitar. Penyuluh Agama Katolik Kota Medan berharap nilai-nilai kepedulian terhadap pangan dapat terus hidup dan diterapkan dalam tindakan nyata di tengah keluarga dan komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *