Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kota Medan kembali melanjutkan bimbingan mental bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara, Jumat (7/11/2025). Menggunakan ruang kelas fakultas di Jl. Setia Budi, Tanjungsari, Medan, materi kali ini adalah Disiplin, Panggilan Menjadi Murid.
Harapannya, para mahasiswa memahami makna disiplin dengan benar dan menerapkannya atau menghayatinya dalam hidup sehari-hari sehingga memiliki kemandirian sebagai seorang pelajar.
Pembinaan kali ini berlangsung secara simultan di dua ruangan yang didampingi oleh dua penyuluh, yaitu Marulam Nainggolan, S.S. dan Hamma Sitohang, S.Ag. Dengan penuh semangat, mereka memulai materi dengan memancing peserta dengan pertanyaan pemantik tentang disiplin. Secara umum, peserta memahami disiplin sebagai menggunakan waktu sebaik mungkin dan taat pada tata tertib yang sudah ditetapkan. Pembicara kemudian menjelaskan bahwa makna disiplin pada intinya bukan soal tunduk pada peraturan.
“Disiplin berasal dari bahasa Latin disciplina, yang berarti pengajaran, pendidikan, latihan, pembelajaran. Kata itu berakar dari kata kerja discere, artinya belajar. Dari akar kata yang sama muncul kata discipulus, artinya murid, yang dalam bahasa Inggris disebut disciple. Jadi, makna dasar disiplin adalah berlatih atau proses belajar terus-menerus, bukan soal tunduk pada aturan atau takut pada sanksi”, kata Marulam sambil menekankan bahwa jati diri atau jiwa seorang mahasiwa tiada lain adalah disiplin, dalam arti getol belajar.
Hamma menambahkan mentalitas kemuridan sebagai jalan menuju kedisiplinan sejati dengan mengutip teks Kitab Suci Matius 10:24-25 dan Matius 16:24. “Injil ini mengatakan seorang murid tidak lebih dari gurunya dan setiap murid harus siap memikul salib. Ini berarti nilai penting kedisiplinan adalah ketaatan, kesetiaan, pengorbanan, dan kerja keras sebagai mahasiswa. Dengan kata lain, tidak ada kedisiplinan tanpa tertib pikiran dan waktu, tekun dengan proses walau sulit, tanggung jawab, dan pengendalian diri”, katanya.
Kedua pembicara memberikan banyak contoh dan ungkapan kedisiplinan untuk menyemangati peserta. Satu di antaranya adalah kisah sukses Cristiano Ronaldo, seorang pesepakbola terkenal dari keluarga miskin. Ronaldo bisa sukses setelah selalu menjadi yang pertama datang ke tampat latihan dan yang terakhir pulang. Ia juga melatih tendangan bebas ratusan kali lebih banyak dibanding pemain lain. Dengan tegas ia mengatakan, bakat sehebat apa pun akan kosong tanpa melakukan tindakan yang sama berulang-ulang.

Di akhir, kepada peserta diberikan tips konkret bagaimana caranya menjadi pribadi yang disiplin dan selalu terdorong untuk belajar dan berlatih hingga mahir. Pertama, tetapkan tujuan, yaitu target yang hendak dicapai, sekonkret mungkin dan terukur. Kedua, temukan langkah, yaitu strategi jitu untuk mencapai tujuan, selengkap dan sedetil mungkin. Dan, ketiga, kenali sumber daya, yaitu segala sesuatu yang menjadi faktor pendukung tercapai tujuan menggunakan langkah yang sudah dirancang, baik dari dalam maupun luar diri.

