Penyuluh Agama Islam KUA Medan Kota Hadiri Silaturahmi Bersama Tuan Guru Batak DR. Ahmad Sabban Rajagukguk

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Kota, Imam Pratomo, M.HI, menghadiri undangan silaturahmi yang digagas oleh Tuan Guru Batak (TGB) DR. Ahmad Sabban Rajagukguk di Restoran Doha Arabiyyah, Jalan Guru Patimpus, Medan, pada Minggu (09/11/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, akademisi, dan intelektual, yang berdiskusi santai seputar sufistik dan dinamika sosial-politik yang berkembang di Indonesia.

Silaturahmi, yang secara etimologis berasal dari bahasa Arab shilat ar-rahmi berarti “menghubungkan kasih sayang”, merupakan ajaran luhur dalam Islam yang menekankan pentingnya menjalin hubungan baik antar sesama manusia. Nilai inilah yang menjadi semangat utama dalam pertemuan tersebut, di mana suasana keakraban dan kebersamaan terasa kental di antara para hadirin.

Dalam kesempatan itu, Tuan Guru Batak DR. Ahmad Sabban Rajagukguk menyampaikan pesan-pesan sufistik bertema “Kedamaian Sejati”. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ketulusan hati dan tidak terjebak dalam pandangan manusia semata.

“Ketahuilah, bahwa sekalipun engkau disukai, dicintai, dan dielu-elukan, kau hanya dicintai manusia. Lantas mengapa kau bangga? Dan andaipun engkau tidak disukai, kau hanya tidak disukai manusia. Lantas kenapa kau menderita?” tutur TGB dalam petikan tausiyahnya yang penuh makna.

Menurutnya, pujian dan celaan hanyalah ujian kehidupan. Nilai diri seseorang tidak diukur dari penilaian manusia, tetapi dari keikhlasan niat dan kebersihan hati di hadapan Allah SWT. “Belajarlah untuk tidak tumbuh karena pujian dan tidak layu karena celaan. Sebab kebahagiaan sejati lahir dari hati yang tidak bergantung pada penilaian siapa pun,” pesannya.

Pesan sufistik tersebut mendapat apresiasi dari para tamu yang hadir, termasuk Penyuluh Agama Islam Imam Pratomo yang menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan atas undangan yang diberikan kepadanya.

“Silaturahmi seperti ini bukan hanya mempererat hubungan antar tokoh, tetapi juga memperkaya pemahaman spiritual kita. Semoga pertemuan ini membawa berkah dan menjadi amal ibadah,” ujarnya.

Suasana silaturahmi berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Dialog yang terjalin tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai ukhuwah dan spiritualitas di tengah kehidupan modern yang serba cepat.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Abangda Ikhyar Valeyeti, Komisaris PT. Bima Pelindo Group; Hasan Basri, wartawan senior Assaberita; serta DR. Rizki Pristiandi, MA.. Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang konstruktif, memupuk kesadaran akan pentingnya kedamaian batin dan kebersamaan dalam perbedaan.

Menutup pertemuan, Imam Pratomo menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh hadirin.

“Silaturahmi bukan sekadar pertemuan atau sapaan, tetapi ibadah yang menumbuhkan kedamaian dan memperkuat nilai persaudaraan. Mari kita jaga hati, bersihkan niat, dan terus menebar kebaikan di mana pun kita berada. Karena dari hati yang tulus, lahir kedamaian yang hakiki,” ujarnya menutup kegiatan.

Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai sufistik yang disampaikan, pertemuan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi umat untuk terus menumbuhkan cinta, persaudaraan, dan kedamaian sejati baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam pengabdian kepada bangsa dan agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *