Medan (Humas) – Suasana hangat dan penuh semangat tampak mewarnai kegiatan bimbingan rohani di Rumah Perlindungan Sosial (RPS) Kota Medan pada Senin (10/11). Dalam kegiatan ini, para warga binaan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki bacaan Surah Al-Fatihah bersama para penyuluh agama dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan.
Kegiatan diawali dengan suasana akrab dan penuh kehangatan. Para penyuluh membuka sesi dengan sapaan ringan untuk mencairkan suasana sekaligus mengukur sejauh mana kemampuan dasar para peserta dalam membaca Al-Qur’an. Kegiatan dimulai dengan sapaan hangat dari penyuluh yang bertugas. “Bapak-bapak, abang-abang, adik-adik di sini, bagaimana bacaan Surah Al-Fatihahnya? Sudah oke kan?” tanya penyuluh kepada warga binaan yang hadir.
Pertanyaan tersebut disambut dengan senyum dan ekspresi ragu dari para peserta. Sebagian warga binaan tampak kebingungan, bahkan ada yang mengaku belum mampu melafazkan Surah Al-Fatihah sama sekali.
Melihat kondisi itu, para penyuluh berupaya memberikan pembinaan dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Mereka menjelaskan makna penting Surah Al-Fatihah dalam kehidupan umat Islam serta mengingatkan bahwa pemahaman dasar terhadap bacaan shalat merupakan bagian dari pembinaan iman yang berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Iqbal menyampaikan penjelasan mendalam mengenai kedudukan Surah Al-Fatihah dalam ibadah.
“Bacaan Surah Al-Fatihah merupakan bagian dari rukun shalat. Surah Al-Fatihah adalah Ummul Qur’an yang memiliki banyak keutamaan dan menjadi inti dari seluruh isi Al-Qur’an,” terangnya.
Kegiatan bimbingan kemudian dilanjutkan dengan praktik membaca Surah Al-Fatihah secara bersama-sama. Para penyuluh yang turut hadir, antara lain Ustadz Mahmud Hasan, Ustadz Herian Sani, Ustadzah Wan Nurainun, Ustadzah Naziah Masruroh, dan Ustadzah Lely Marni, memberikan pendampingan langsung kepada warga binaan dalam memperbaiki bacaan dan pelafazan huruf-huruf hijaiyah.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat belajar. Para penyuluh tampak sabar membimbing satu per satu peserta hingga mampu membaca dengan lebih baik. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa hal yang sering dianggap mudah bagi sebagian orang, ternyata menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian lainnya.
Melalui kegiatan bimbingan rohani seperti ini, para penyuluh berharap warga binaan dapat semakin mencintai Al-Qur’an, memperbaiki diri, dan menumbuhkan semangat baru untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

