Medan (Humas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, menghadiri kegiatan Pembinaan SDM/Pokjaluh Majelis Taklim Kota Medan di Hotel Grand Jamee, Selasa (11/11/2025). Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa majelis taklim memiliki peran penting sebagai wadah pendidikan non-formal yang menjadi motor penggerak dakwah di tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, saat ini sudah ada 550 majelis taklim di Kota Medan. Semoga jumlah ini terus bertambah, bukan hanya dari segi kuantitas, tetapi juga kualitasnya,” ujar Kakan Kemenag.
Kakan Kemenag H. Impun Siregar menambahkan, kualitas majelis taklim sangat ditentukan oleh kemampuan para pengajarnya dan kekuatan kurikulum yang digunakan. Karena itu, majelis taklim diharapkan dapat mengembangkan sistem pembelajaran yang terstruktur, dinamis, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. “Majelis taklim jangan hanya mengaji, tetapi juga mengkaji. Setiap pertemuan perlu memiliki tema dan materi yang berbeda agar jamaah mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang ajaran Islam,” jelasnya.

H. Impun juga mengingatkan bahwa keberadaan majelis taklim menjadi benteng moral dan sosial bagi masyarakat. “Kita adalah pelopor dakwah. Melalui majelis taklim, kita bisa memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. Di saat narkoba, geng motor, dan tindakan kriminal lainnya masih banyak di sekitar kita, majelis taklim harus hadir memberi solusi dengan dakwah yang menyejukkan dan membangun,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kakan mengajak seluruh penyuluh agama untuk aktif membina majelis taklim di wilayah binaan masing-masing. “Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menumbuhkan semangat dakwah di akar rumput. Bina dan dampingilah majelis taklim agar menjadi pusat pembelajaran agama yang produktif dan inspiratif,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Kakan Kemenag juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif. “Dakwah sekarang tidak cukup hanya dengan ceramah di mimbar. Gunakanlah media digital untuk menyebarkan pesan-pesan positif. Setiap kegiatan majelis taklim dan penyuluh agama perlu dipublikasikan agar masyarakat lebih mengenal wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dengan begitu, digitalisasi negatif dapat tertutupi oleh konten dakwah yang membangun,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar lembaga keagamaan di Kota Medan. Kolaborasi antara Kementerian Agama, MUI, DMI, dan penyuluh diharapkan mampu memperluas jangkauan dakwah dan membangun masyarakat yang religius, toleran, serta berakhlak mulia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kota Medan H. Ahmad Kamil Harahap, MA, Ketua MUI Kota Medan Dr. H. Hasan Matsum, MA, Ketua DMI Kota Medan H. Syafrizal Harahap, S.HI, serta Ketua Ikatan Penyuluh Agama Islam Sumatera Utara Dr. H. Marasakti, MA.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para peserta menyambut baik arahan dan motivasi yang disampaikan Kakan Kemenag, serta berkomitmen untuk terus mengembangkan majelis taklim di wilayahnya masing-masing sebagai garda terdepan dalam memperkuat dakwah dan pendidikan umat.

