Kemenag Medan Ambil Peran Sentral, Perluasan Skrining HIV Calon Pengantin Jadi Pilar Penguatan Ketahanan Keluarga Lintas Agama

Medan (Humas) – Kemenag Medan menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam peningkatan kualitas dan ketahanan keluarga melalui integrasi program kesehatan publik. Pada Selasa (11/11), Kemenag Medan menerima audiensi penting dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dr. Pocut Fatimah Safitri, guna membahas kelanjutan dan perluasan program skrining HIV bagi Calon Pengantin (Catin) untuk seluruh umat beragama di Kota Medan. Kegiatan pertemuan ini dilaksanakan di ruang kerja Kakan Kemenag Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA.

Audiensi ini berfokus pada pelaksanaan skrining HIV bagi catin Kristiani (Katolik dan Protestan), Hindu, Buddha, dan Konghucu, sebagai tindak lanjut dari berbagai kendala dalam program yang telah berjalan sejak 2018, di mana MoU sebelumnya masih lebih menitikberatkan pada layanan skrining bagi catin Muslim. Kunjungan Dinkes kali ini merupakan hasil dari pertemuan stakeholder HIV/AIDS pada 18 September 2025 yang disambut hangat oleh Kemenag sebagai penguatan sinergi lintas sektor.

H. Impun Siregar menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi Kemenag dalam menciptakan keluarga maslahat dan berkualitas. Ia menekankan bahwa aspek kesehatan catin adalah bagian fundamental dari pembinaan kehidupan rumah tangga.

“Kami menyambut baik inisiatif dari Dinas Kesehatan Kota Medan untuk memperluas jangkauan program skrining HIV ini. Perkawinan adalah langkah awal pembentukan ketahanan keluarga. Oleh karena itu, memastikan setiap calon pengantin bebas dari risiko penyakit, termasuk HIV/AIDS, adalah bagian dari tugas moral dan agama kami untuk menciptakan keluarga yang harmonis, sehat, dan berkualitas,” ujar H. Impun.

Dr. Pocut Fatimah Safitri sebagai perwakilan Dinkes turut menegaskan urgensi perluasan program ini, terutama untuk menciptakan akses yang setara bagi seluruh umat beragama. Ia menyampaikan bahwa perluasan skrining ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan kesehatan calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga, sekaligus mendukung upaya nasional dalam pengendalian HIV/AIDS.

“Kami di Dinas Kesehatan ingin memastikan bahwa semua calon pengantin, tanpa memandang agamanya, memiliki kesempatan yang sama untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Skrining HIV bukan hanya soal angka, tetapi tentang upaya melindungi pasangan dan generasi berikutnya. Kami berharap kolaborasi dengan Kemenag dapat semakin memperkuat langkah ini,” jelas Pocut.

Ia juga menekankan bahwa pelibatan seluruh lembaga keagamaan merupakan kunci keberhasilan program. “Dengan dukungan Kemenag Medan, kami optimis bahwa pelaksanaan skrining lintas agama ini dapat berjalan lebih terstruktur dan diterima oleh masyarakat. Kolaborasi ini sangat penting untuk mencapai target eliminasi HIV/AIDS di Kota Medan,” tambahnya.

Kolaborasi Kemenag–Dinkes ini menjadi strategi pencegahan dini, membuka peluang deteksi awal dan intervensi pengobatan ARV bagi mereka yang membutuhkan, serta mencegah penularan vertikal. Upaya ini bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup aspek pembinaan mental dan spiritual calon pengantin.

Keberhasilan pelaksanaan skrining catin lintas agama ini diharapkan mempercepat pencapaian target eliminasi HIV/AIDS di Kota Medan. Kemenag dalam waktu dekat akan menindaklanjuti audiensi ini dengan sosialisasi dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan agama, memperkuat peran agama sebagai garda terdepan dalam membangun masyarakat yang sehat dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *