Kemenag Medan Dukung Terwujudnya Rumah Ibadah dan Madrasah Ramah Anak

Medan (Humas) — Kota Medan dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat keberagaman yang tinggi. Beragam budaya, suku, agama, dan bahasa daerah berpadu membentuk wajah Medan sebagai miniatur keberagaman Indonesia. Meski plural, kehidupan sosial masyarakatnya tetap berjalan harmonis, menjadi contoh nyata toleransi antarumat beragama.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, saat membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) sekaligus Launching “Rumah Ibadah dan Madrasah Ramah Anak Menuju Kota Layak Anak”, yang digagas oleh Pimpinan Wilayah Generasi Pemuda Islam (GPI) Sumatera Utara. Kegiatan ini berlangsung di Aula PLHUT Kemenag Kota Medan, Rabu (12/11/2025).

Dalam sambutannya, H. Impun Siregar menyampaikan bahwa keberadaan rumah ibadah yang ramah anak menjadi salah satu wujud nyata dalam mendukung terciptanya kota yang layak bagi anak-anak.

“Kota ramah anak dapat diwujudkan melalui penyediaan ruang aman dan nyaman bagi anak di rumah ibadah. Dari sinilah akan tumbuh sikap religiusitas dan karakter spiritual bagi generasi penerus bangsa,” ujar Impun.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan perilaku anak-anak sejak dini. Melalui pembinaan di rumah ibadah, anak-anak dapat belajar nilai-nilai kebaikan, kasih sayang, dan toleransi terhadap sesama.

“Kementerian Agama bersama Pemerintah Kota Medan berkomitmen untuk terus memperkuat harmoni sosial. Melalui rumah ibadah, anak-anak kita dibimbing agar memiliki akhlak mulia serta menghargai perbedaan,” tambahnya.

H. Impun Siregar menuturkan bahwa rumah ibadah bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan spiritual dan moral bagi umat. Dari tempat inilah nilai-nilai kedamaian, moderasi beragama, dan toleransi ditanamkan sejak usia dini.

“Rumah ibadah harus menjadi ruang yang hidup tempat umat dibina secara keagamaan, dan anak-anak belajar tentang cinta damai serta menghormati perbedaan. Dengan cara ini, kejahatan dan intoleransi dapat ditekan seminimal mungkin,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Johan Merdeka, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarumat beragama melalui pesan-pesan keagamaan yang disampaikan dari rumah ibadah masing-masing. Selain itu, konsep rumah ibadah ramah anak juga diharapkan mampu menciptakan ruang bermain dan belajar bagi anak-anak dengan nuansa keagamaan yang positif.

“Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa perlu disiapkan agar terhindar dari sikap radikal dan intoleran. Rumah ibadah menjadi wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, kasih sayang, dan toleransi sejak dini,” ujar Johan.

FGD ini turut menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama dan instansi, antara lain Ketua MUI Kota Medan Dr. H. Hasan Matsum, MA, Ketua PGI Wilayah Sumatera Utara Pendeta Erwin Tambunan, M.Th., Kasat Binmas Polrestabes Medan AKBP Wenny Mochtar, Kepala Bappeda Kota Medan Fery Ihsan, ST., M.Eng., perwakilan Bank Indonesia Medan, serta Ahmad Daud, Ketua Generasi Pemuda Islam (GPI) Sumatera Utara.

Turut hadir Kasubbag TU Kemenag Kota Medan H. Untung Nasution, M.H., para Kepala Seksi, Penyuluh Agama, dan tamu undangan lainnya.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Medan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan rumah ibadah yang ramah anak dan memperkuat nilai-nilai toleransi demi terwujudnya Kota Medan sebagai kota layak anak dan kota yang harmonis dalam keberagaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *