Medan (Humas) — Sebanyak 40 guru dari tiga madrasah di Kecamatan Medan Tembung mengikuti kegiatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam Pembelajaran Mendalam di MIS Mustafawiyah, Selasa (11/11). Kegiatan ini dihadiri oleh tiga kepala madrasah, yaitu Agustami dari MIS Mustafawiyah, Akhyaruddin, S.Pd.I dari MIS Iklasiyah, dan Fahri, S.Pd dari MIS Bina Keluarga. Pelatihan berlangsung dengan antusias, diwarnai semangat para guru untuk berinovasi dalam pembelajaran yang lebih humanis.
Program KBC ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membentuk karakter siswa yang berempati, toleran, dan penuh kasih sayang. Melalui pendekatan berbasis cinta, guru diajak untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, spiritual, dan sosial ke dalam setiap kegiatan belajar. Kegiatan juga menekankan pentingnya keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan moral dalam membangun karakter peserta didik.
Dalam materinya, Naila Amna, S.Pd.I, M.Psi, selaku pengawas madrasah sekaligus narasumber, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menjadi salah satu upaya konkret untuk menumbuhkan suasana belajar yang positif dan bermakna. Ia mengajak para guru untuk menjadi teladan yang mampu menumbuhkan cinta terhadap ilmu dan kehidupan.
“Guru adalah sosok yang membentuk karakter bangsa. Karena itu, pembelajaran tidak cukup hanya mentransfer ilmu, tapi juga menanamkan nilai kasih sayang, empati, dan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.

Sementara itu, Akhyaruddin Kepala MIS Iklasiyah, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini yang dinilai selaras dengan semangat transformasi pendidikan di madrasah. Ia berharap penerapan KBC dapat memperkuat budaya belajar yang menyenangkan dan mendidik dengan hati. “Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga menanamkan cinta kepada Tuhan, sesama, dan ilmu pengetahuan. Dengan pendekatan ini, madrasah akan menjadi tempat tumbuhnya generasi berakhlak mulia dan peduli terhadap lingkungan,” ungkapnya.
Pelatihan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari tumbuhnya karakter dan empati siswa. Melalui implementasi KBC, madrasah diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan berjiwa kasih sayang. Kegiatan diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjadikan madrasah sebagai ruang belajar yang mencintai ilmu, sesama, dan kehidupan.

