Medan (Humas) — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Tembung, H. Yusraman Kaya Siregar, M.Si, melaksanakan silaturahmi dan bincang-bincang ringan dengan pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Iman, Kelurahan Indra Kasih, Medan Tembung, Jumat siang (14/11) selepas pelaksanaan Salat Jumat.
Pertemuan tersebut berlangsung dengan suasana kekeluargaan bersama Ketua BKM Dr. H. M. Sakti Siregar, Bendahara BKM Bokar, dan beberapa pengurus lainnya. Dalam kesempatan itu, Yusraman menyampaikan pesan penting terkait tata kelola keuangan masjid agar selalu dijalankan secara transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menekankan bahwa masjid merupakan pusat kepercayaan umat, sehingga keterbukaan dalam pengelolaan keuangan menjadi hal yang sangat mendasar untuk menjaga keharmonisan jamaah.
“Pelaporan keuangan harus benar-benar transparan supaya tidak ada saling curiga di antara jamaah. Keterbukaan adalah kunci membangun kepercayaan dan menjaga keharmonisan di lingkungan masjid,” ujar Yusraman.
Lebih lanjut, Yusraman mengingatkan bahwa pengelolaan dana infak, sedekah, dan kas masjid bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bentuk amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, pengurus BKM harus menjadi teladan dalam menjaga integritas dan memastikan setiap rupiah yang dikelola jelas alur penggunaannya.
Sebagai wujud dukungan dan pengawasan moral, Yusraman turut menyaksikan proses penghitungan uang infak yang terkumpul pada hari itu. Ia memuji komitmen pengurus masjid yang telah berupaya menjalankan tugas dengan hati-hati dan akuntabel.
Pengurus BKM Al Iman menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan arahan tersebut. Mereka menegaskan bahwa transparansi keuangan selama ini menjadi salah satu prinsip utama dalam pengelolaan masjid, namun masukan dari KUA menjadi pengingat penting untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas tata kelola.
Dengan adanya silaturahmi ini, KUA Medan Tembung berharap hubungan antara KUA dan BKM semakin solid sehingga pembinaan masjid dapat berjalan lebih efektif. KUA juga mendorong agar masjid menjadi pusat pelayanan umat yang bersih dari prasangka, amanah dalam pengelolaan dana, dan mampu menghadirkan kenyamanan bagi seluruh jamaah.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di wilayah Medan Tembung untuk terus memperkuat transparansi dan memperbaiki sistem administrasi, sehingga keberadaan masjid semakin memberikan manfaat dan ketentraman bagi masyarakat.

