Penyelenggara Katolik Dorong Penguatan Kaderisasi Pemuda Katolik Kota Medan

Medan (Humas) Penyelenggara Bimas Katolik Kementerian Agama Kota Medan Pinta Omastri Pandiangan, MSP. menegaskan pentingnya penguatan kaderisasi Pemuda Katolik agar mampu hadir sebagai mitra strategis Gereja dan pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat. Penegasan ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Masa Penerimaan Anggota (Mapenta) Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Medan di Sola Gratia, Medan, Jumat, (14/11/2025).

Dalam arahannya, Pinta menekankan bahwa kader Pemuda Katolik harus dibentuk dengan nilai-nilai Kristiani dan kebangsaan yang teguh, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. “Pemuda Katolik bukan sekadar organisasi, tetapi wadah pembentukan karakter yang tangguh, cerdas, dan berintegritas. Gereja dan bangsa membutuhkan kader yang siap menjadi pelayan dan pembawa harapan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa proses Mapenta tidak boleh dilihat sebagai formalitas, tetapi sebagai tahap awal perjalanan pelayanan yang memampukan kader menjadi pribadi yang bertumbuh dalam iman, moral sosial, dan spiritualitas Katolik. “Jadikan masa kaderisasi ini arena pembentukan jati diri. Bertumbuhlah dalam iman, berbuatlah bagi sesama, dan jadilah pemuda Katolik yang berdampak bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa,” pesannya.

Pinta juga menyoroti pentingnya pola karya pastoral yang sinodal, yakni berjalan bersama, saling mendengarkan, dan ikut ambil bagian dalam kehidupan Gereja. Ia mengajak Pemuda Katolik Komcab Kota Medan untuk memperluas jaringan kerja sama lintas gereja, pemerintah, dan masyarakat sipil sebagai wujud partisipasi publik. “Kolaborasi adalah kunci. Pemuda Katolik harus setia pada visi sinodal Gereja: berpartisipasi, sinodal, dan bermisi. Hadirlah sebagai ruang dialog yang mempersatukan dan memperjuangkan martabat manusia,” tambahnya.

Kegiatan Mapenta ini dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-80 Pemuda Katolik yang mengusung tema “Aku Terlahir Menjadi Orang Besar.” Tema ini, menurut Pinta, bukan ajakan untuk mengejar ketenaran, melainkan kesadaran iman bahwa setiap pribadi diciptakan berharga di hadapan Allah dan dipanggil untuk berkarya secara besar dalam kebaikan. Ia menegaskan bahwa kebesaran dalam perspektif Gereja tidak diukur dari gelar, jabatan, atau harta, tetapi dari pelayanan yang tulus dan keberpihakan kepada sesama, terutama yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Perayaan Dies Natalis ke-80 tersebut menjadi penanda sejarah perjalanan panjang Pemuda Katolik yang berdiri sejak 1945 dan terus berperan dalam kehidupan Gereja dan bangsa. Acara dihadiri pengurus, anggota, calon anggota, serta mitra Pemuda Katolik Komcab Kota Medan. Melalui momentum ini, Pemuda Katolik diharapkan semakin mantap dalam karya kerasulan sosial, semakin sinodal dalam cara bertindak, serta konsisten menghadirkan program nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *