Medan (Humas) Penyelenggara Agama Katolik Kota Medan, Pinta Omastri Pandiangan, MSP, menghadiri kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang diselenggarakan oleh Pengawas Guru Agama Katolik Kota Medan, Dra. Sarmin Sihombing, M.Pd. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 15 November 2025, pukul 13.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kolam Renang Taman Garista, Jalan Setia Karya, Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.
Dalam arahannya, Ibu Pinta menekankan pentingnya semangat dan sinergi para guru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik melalui pengajaran Pendidikan Agama Katolik. “Guru-guru harus terus bersemangat dan bersinergi untuk membentuk karakter peserta didik secara utuh dan baik,” ujarnya. Kehadiran Pinta turut memberikan dorongan positif agar para guru tetap konsisten mengembangkan profesionalitas dalam pelayanan pendidikan.
Sementara itu, Sarmin selaku pengawas guru agama Katolik memberi motivasi khusus kepada guru-guru tingkat dasar yang berada dalam binaannya, yakni dari wilayah Medan Maimun, Medan Tuntungan, Medan Helvetia, Medan Petisah, Medan Selayang, dan Medan Sunggal. “Saya berharap para guru semakin kreatif dan percaya diri dalam mengajar, karena peran guru sangat menentukan kualitas pembelajaran,” ungkapnya. Ia juga memberikan arahan singkat mengenai penetapan soal Sumatif Akhir Semester I.
Kegiatan KKG ini mengusung tiga agenda utama. Pertama, Sharing Pengalaman PPG untuk Motivasi Mengajar, yang dipercayakan kepada Rolenta Manik, S.Ag. dan Janes Sihotang, S.Ag. Kedua, Pemantapan Soal Sumatif Akhir Semester, yang dipandu oleh Sri Ngenana Ginting, S.Ag. Ketiga, Pelepasan Purnabakti Pengurus KKG, yang dipimpin langsung oleh Ibu Sarmin sebagai pengawas.
Melalui pelaksanaan KKG ini, diharapkan para guru agama Katolik semakin bertumbuh dalam kompetensi dan profesionalitas, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan agama Katolik di Kota Medan dan sekitarnya. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan menjadi momentum mempererat kebersamaan antar guru di wilayah binaan.

