Medan (Humas) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan menggelar rapat koordinasi penyuluh agama, Rabu (19/11). Kegiatan ini dihadiri oleh para Penyuluh Agama Islam dan Penyuluh Agama Kristen yang bertugas di wilayah KUA Medan Labuhan.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas penyuluh serta memastikan pelaksanaan tugas penyuluhan berjalan lebih efektif, profesional, dan terarah. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah pembagian wilayah binaan agar setiap penyuluh memiliki tanggung jawab yang jelas serta dapat memaksimalkan layanan pembinaan kepada masyarakat.
Kepala KUA Medan Labuhan, H. Zulparman, MA, dalam arahannya menekankan pentingnya kolaborasi dan komitmen seluruh penyuluh untuk mendukung keberhasilan program pembinaan. Ia juga mengingatkan bahwa pembagian wilayah harus dilaksanakan agar pelayanan dapat lebih terfokus dan tepat sasaran.
“Pembagian wilayah ini kita lakukan untuk memperkuat pelayanan sekaligus menghindari tumpang tindih tugas. Harapannya, seluruh penyuluh dapat bekerja secara profesional, menjaga kekompakan, dan menjalankan kegiatan pembinaan dengan sebaik-baiknya,” ujar Zulparman.
Para penyuluh agama yang hadir antara lain H. Marasakti Bangunan, MA, Sulaiman, S.Th.I, Khoirul Anwar, S.HI, Nurizah Masruroh Sagala, S.HI, Maruli Siburian, S.Th., Tiurma Butar Butar, S.Th., dan Nataliana Hutagalung, S.Th.
Pada kesempatan tersebut, para penyuluh juga menyampaikan beberapa masukan terkait rencana pembuatan kerjasama pembinaan kerohanian kepada pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bachtiar Jafar Medan Labuhan, kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang akan dilaksanakan di sekolah, serta strategi peningkatan efektivitas program penyuluhan lainnya.
Rapat ditutup dengan penegasan untuk terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas layanan keagamaan di Kecamatan Medan Labuhan.

