Penyuluh Agama Kristen Berikan Bimbingan Rohani di Rutan Polsek Medan Timur

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Mateus Brian Purba, S.Th, melaksanakan kegiatan bimbingan rohani bagi para tahanan di ruang tahanan Polsek Medan Timur pada Rabu (19/11). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelayanan keagamaan yang rutin digelar untuk memberikan pemulihan batin, penguatan iman, serta pembinaan karakter bagi warga binaan yang sedang menjalani proses hukum.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana penuh keheningan dan harapan. Para tahanan terlihat mengikuti setiap rangkaian pembinaan dengan antusias. Dukungan penuh dari jajaran Polsek Medan Timur juga membuat kegiatan berjalan tertib dan khidmat.

Dalam pembinaannya, Mateus Brian Purba membawakan renungan bertema “Pengharapan Baru dalam Kristus”, dengan dasar firman Tuhan dari Mazmur 40:1–3. Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk bangkit dan memulai kehidupan yang lebih baik.

“Mazmur ini menegaskan bahwa Tuhan sanggup mengangkat kita dari lembah kejatuhan, menempatkan kaki kita di atas batu yang teguh, dan memberi kita nyanyian baru dalam hidup ini,” jelasnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa masa sulit bukanlah akhir perjalanan hidup seseorang.

“Setiap orang di ruangan ini tetap berharga di mata Tuhan. Situasi yang kalian hadapi saat ini tidak menentukan masa depan kalian. Tuhan melihat hati yang mau berubah, hati yang mau kembali kepada-Nya,” ucap Mateus dengan penuh empati.

Tidak hanya memberikan penguatan rohani, Mateus juga mendorong para tahanan untuk memandang proses hukum yang sedang mereka jalani sebagai kesempatan refleksi dan pembentukan karakter.

“Kita semua pernah jatuh. Tetapi yang membedakan adalah kemauan untuk bangkit dan memperbaiki diri. Pengalaman hari ini bisa menjadi titik balik menuju hidup yang lebih baik dan lebih bermakna,” tambahnya.

Ia mengajak warga binaan untuk membuka hati terhadap pemulihan yang Tuhan sediakan.

“Kasih Kristus tidak pernah berhenti. Tuhan selalu menyediakan tangan-Nya untuk mengangkat, memulihkan, dan membimbing kita ke jalan yang benar. Yang diperlukan adalah hati yang mau ditata ulang dan langkah yang mau diarahkan kembali,” tegasnya.

Rangkaian bimbingan rohani ditutup dengan doa bersama, penguatan iman, serta komitmen untuk menjaga hati yang baru dan hidup dalam pertobatan. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika para tahanan mengungkapkan harapan agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani masa hukuman.

Kementerian Agama Kota Medan melalui penyuluh agama Kristen menyatakan akan terus mendukung pelaksanaan pembinaan spiritual di lingkungan kepolisian. Program ini menjadi bentuk nyata pelayanan kasih, pemulihan karakter, serta pendampingan bagi para tahanan agar mampu menemukan arah hidup yang lebih baik, penuh harapan, dan sesuai dengan nilai-nilai iman Kristiani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *