Kasubdit Pontren Kemenag RI Lakukan Monitoring dan Evaluasi Program Kemandirian di PPMDH TPI Medan

Medan (Humas) – Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI Medan menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi dari Kepala Subdirektorat Dakwah dan Pemberdayaan Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Suwardi, M.Pd, Jumat (21/11/2025). Kunjungan ini bertujuan meninjau pelaksanaan program kemandirian pesantren, khususnya unit inkubasi pesantren berupa usaha laundry, kebun jambu madu, serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjadi bagian penguatan ekosistem kemandirian di lingkungan pesantren.

Kedatangan Kasubdit disambut langsung oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Medan selaku Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah TPI, Dr. H. Yose Rizal, S.Ag., MM., bersama jajaran pengelola pesantren, di antaranya Kepala Rumah Tangga Pesantren Eli Juliati, S.Ag., M.Pd, Kabag Sekretariat PP TPI Rubianto, M.Kom., Ketua Tim Pendidikan Pondok Pesantren dan Ma’had Aly Kanwil Kemenag Sumut H. Kamaluddin Siregar, S.Ag., MA serta para pengawas dan pimpinan unit pendidikan seperti Yeni (Pengawas Madrasah), Ahmad Rifai Sinaga, S.Sos. (Kamad MTs), dan Asbin Rizal Nasution, S.Pd. (Kepala Tata Usaha).

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Suwardi meninjau langsung unit laundry yang menjadi bagian dari program inkubasi pesantren. Program ini tidak hanya memberikan layanan kebutuhan internal pesantren, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat jiwa kewirausahaan santri. “Kemandirian pesantren adalah arah besar yang sedang kita dorong. Pesantren harus menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya kuat secara keilmuan, tetapi juga memiliki kemampuan ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya saat berdialog dengan pimpinan pesantren.

Selain itu, Kasubdit juga meninjau kebun jambu madu yang dikelola pesantren sebagai salah satu sumber penguatan ekonomi berbasis agrikultur. Kebun ini menjadi sarana belajar praktis bagi santri dalam pengelolaan tanaman, pemasaran hasil panen, serta pengembangan usaha berbasis pertanian.

Kunjungan berlanjut pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sebuah inisiatif pesantren untuk memastikan pemenuhan nutrisi santri secara optimal. Program ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas pembelajaran para santri. Pada kesempatan tersebut, Suwardi memberikan apresiasi terhadap inovasi pesantren dalam mengintegrasikan aspek kesehatan dan gizi sebagai pendukung keberhasilan pendidikan. “Pesantren yang kuat adalah pesantren yang memperhatikan kebutuhan santrinya secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan dan gizi. Ini salah satu bentuk inovasi yang patut dicontoh,” ungkapnya.

Kasi Penmad sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren H. Yose Rizal memberikan penjelasan mendalam mengenai visi besar pesantren dalam membangun kemandirian berbasis potensi internal. Ia menyampaikan bahwa seluruh program usaha yang berkembang saat ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pesantren dalam membentuk karakter santri yang mandiri dan berdaya saing.

“Kami tidak ingin santri hanya unggul dalam aspek keilmuan dan ibadah, tetapi juga cakap dalam keterampilan hidup. Program kemandirian yang kami bangun baik laundry, kebun jambu madu, maupun SPPG dirancang agar santri dapat belajar langsung bagaimana mengelola usaha, bekerja sama, serta memahami nilai kerja keras. Ini adalah pendidikan karakter yang kami anggap sama pentingnya dengan pendidikan formal,” ujar Yose Rizal.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan Kementerian Agama melalui kunjungan dan arahan langsung memberikan dorongan moral bagi seluruh civitas pesantren. “Kami bersyukur atas perhatian dan pembinaan dari Kemenag RI. Ini memotivasi kami untuk terus memperluas unit-unit usaha, mengembangkan inovasi, serta memperkuat budaya kerja produktif di lingkungan pesantren. Harapan kami, pesantren ini dapat menjadi model kemandirian yang memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya.

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ditutup dengan diskusi strategis mengenai pengembangan program kemandirian pesantren di masa depan. Kemenag RI menyatakan komitmennya untuk terus menguatkan pemberdayaan pesantren melalui pendampingan, pembinaan, dan program-program strategis guna meningkatkan daya saing pesantren di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *