Medan (Humas) Penyuluh merupakan garda terdepan untuk mewujudkan program Kementerian Agama RI di tengah masyarakat. Dalam rangka ’Kemenag Berdampak’ inilah Penyuluh Katolik Kota Medan Roni Antonius Sitanggang, S. Fil. hadir memberikan bimbingan kepada masyarakat Katolik di Gereja Stasi Santo Fransiskus Xaverius, Medan Sunggal, Kota Medan, Minggu (23/11/2025). Sebagai suluh, Roni menerangkan penggunaan Tanda Salib dalam Perayaan Ekaristi.
Tanda Salib adalah simbol keagamaan Gereja Katolik yang paling sering dibuat oleh umat. Setiap kali beribadah dan berdoa, orang Katolik selalu membuat Tanda Salib pada dirinya. Namun, masih ada ketidakpahaman umat perihal penggunaan Tanda Salib, terutama dalam satu Perayaan Ekaristi. Hal inilah yang melatarbelakangi Roni memberikan penjelasan dan sekaligus sosialisasi kepada umat. Perayaan Ekaristi adalah puncak peribadatan dalam Gereja Katolik.
Roni menyampaikan bahwa ada momen membuat Tanda Salib pada perayaan Ekaristi. Pertama, pada ritus pembuka, tepatnya setelah nyanyian pembuka dan ’imam berdiri di depan tempat duduk, bersama seluruh umat membuat tanda salib’ (PUMR 50). Kedua, pada ritus penutup, ’pada saat menerima berkat penutup pada akhir Perayaan Ekaristi ’(PUMR 90). Ini menunjukkan bahwa Perayaan Ekaristi adalah satu kesatuan yang utuh: diawali dan diakhiri dengan Tanda Salib.
”Namun, ada satu momen lagi di mana Tanda Salib digunakan, yaitu sesudah aklamasi Injil, setelah imam menyerukan: “Inilah Injil Tuhan Kita Yesus Kristus karangan …”. Umat menjawab “Terpujilah Kristus”, sambil membuat Tanda Salib kecil pada dahi, bibir, dan dada. Di luar tiga kesempatan itu, selama Perayaan Ekaristis berlangsung, umat tidak perlu membuat Tanda Salib”, kata Roni di hadapan ratusan umat yang hadir untuk merayakan Ekaristi pagi itu.
Sosialisasi dan penjelasan ini disambut baik oleh umat yang hadir. Ketua Dewan Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal Jamian Situmorang mengucapkan terima kasih Kementerian Agama Kota Medan, secara khusus Penyelenggara Bimas Katolik Pinta Omastri Pandiangan, MSP yang telah mengutus Roni untuk memberikan sosialisasi dan bimbingan berdampak perihal penggunaan Tanda Salib dalam satu Perayaan Ekaristi kepada umat.

