Ketua APRI Kota Medan Hadiri Bimtek Peningkatan Kualitas SDM Penghulu

Medan (Humas) — Suasana antusias memenuhi ruang pertemuan Hotel Miyanna Medan pada Selasa (25/11/2025), ketika para penghulu dari berbagai wilayah di Sumatera Utara hadir mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas SDM Penghulu. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan kapasitas penghulu sebagai pelayan masyarakat yang berada di garda terdepan dalam urusan pernikahan dan pembinaan keluarga.

Ketua Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Medan, Drs. H. Ahmad Yani Siregar, M.A., hadir bersama sejumlah pengurus. Kehadiran APRI menunjukkan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas penghulu, sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam mendorong penguatan kompetensi di lapangan.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., M.M., yang menegaskan peran strategis penghulu dalam masyarakat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penghulu adalah figur utama yang bukan hanya menjalankan tugas pencatatan nikah, tetapi juga menjadi pembina keluarga dan penjaga harmoni sosial.

“Penghulu bukan hanya pencatat akad nikah, tetapi pembina keluarga dan penjaga keharmonisan masyarakat. Karena itu peningkatan kualitas SDM seperti ini menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan kita semakin profesional dan sesuai harapan umat,” ujarnya.

Kehadiran peserta dari Kota Medan, Deli Serdang, Langkat, dan Binjai menjadikan suasana belajar semakin dinamis. Setiap daerah membawa pengalaman berbeda, sehingga pertukaran pengetahuan dan diskusi menjadi semakin kaya dan relevan bagi para penghulu.

Materi Bimtek disampaikan oleh para narasumber yang kompeten di bidang kepenghuluan dan pengembangan ASN. H. Sutan Syahrir Dalimunthe, M.A., mengupas Fiqh Munakahat secara komprehensif dengan berbagai problematika yang sering muncul dalam kehidupan masyarakat. Ia menekankan bahwa fiqh harus menjadi pijakan utama seorang penghulu.

“Fiqh Munakahat harus dipahami secara mendalam, bukan hanya sebatas teori, tetapi juga bagaimana mengaplikasikannya untuk menyelesaikan persoalan-persoalan pernikahan yang muncul dalam masyarakat,” tuturnya.

Dr. Usman Abdi kemudian memberikan materi Manajemen ASN dengan penekanan pada tata kelola diri, etika profesi, dan integritas sebagai dasar pelayanan publik.

“Seorang penghulu harus mampu mengelola dirinya sebelum mengelola pelayanan. Etika, integritas, dan kedisiplinan ASN menjadi pondasi utama agar pelayanan pernikahan berjalan profesional dan dipercaya masyarakat,” ungkapnya.

Selanjutnya, Dr. Tuah Sirait memberikan pencerahan mengenai nilai-nilai Al-Qur’an yang harus menjadi ruh dalam setiap pelayanan penghulu. Menurutnya, nilai dasar agama menjadi kompas moral bagi setiap keputusan dan tindakan.

“Nilai-nilai Al-Qur’an harus hadir dalam setiap tindakan seorang penghulu. Ketika pelayanan berlandaskan pada ajaran kebenaran, maka setiap keputusan yang diambil akan membawa keberkahan bagi keluarga yang dilayani,” jelasnya.

Di akhir sesi materi, H. Arifin Musa, M.H.I., membahas isu-isu kepenghuluan terkini, termasuk tantangan digitalisasi, perubahan regulasi, dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

“Penghulu harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Digitalisasi, perubahan regulasi, dan tuntutan masyarakat adalah tantangan yang harus dijawab dengan kompetensi, kecepatan, dan ketepatan pelayanan,” tegasnya.

Ketua APRI Kota Medan, Ahmad Yani Siregar, dalam kesempatan itu memberikan apresiasi besar atas terselenggaranya Bimtek ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas penghulu sangat penting dalam menjaga citra Kementerian Agama di mata masyarakat.

“Penghulu adalah wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat. Setiap langkah yang kita ambil mencerminkan mutu layanan negara. Karena itu, peningkatan kualitas dan kompetensi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” katanya.

Kegiatan Bimtek ditutup dengan semangat baru dari para penghulu yang mendapatkan wawasan mendalam, pengalaman berharga, dan dorongan untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan. Sesi foto bersama menandai berakhirnya acara yang penuh inspirasi dan komitmen untuk meningkatkan mutu pelayanan pernikahan dan pembinaan keluarga di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *