PAI Medan Marelan Berpartisipasi dalam Musyawarah Rancangan Awal RKPD Kota Medan 2027

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Marelan turut berpartisipasi dalam Musyawarah Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan Tahun 2027 yang digelar di Hotel Grand Mercure, Jalan Sutomo No. 1 Medan, pada Rabu (26/11). Kehadiran ini menjadi bentuk kontribusi penyuluh agama dalam memberikan perspektif keumatan terhadap arah kebijakan pembangunan Kota Medan.

Dalam kegiatan tersebut, Hj. Nunung Ismayanti, MA, hadir sebagai peserta mewakili Asosiasi Majelis Taklim Indonesia Ikhlas Beramal (AMTI IB) Kota Medan, di mana ia menjabat sebagai Sekretaris. Ia menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang penting bagi majelis taklim untuk ikut mencermati arah pembangunan kota. Ia menegaskan bahwa partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan tidak boleh dikesampingkan.

“Kami ingin memastikan bahwa suara masyarakat, khususnya dari lingkungan majelis taklim, dapat ikut mewarnai perencanaan pembangunan Kota Medan,” ujar Nunung Ismayanti.

Musyawarah tersebut dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan, Rico Wa’as. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penyusunan rancangan awal RKPD yang tidak hanya ambisius, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Ia menambahkan bahwa setiap proses perencanaan harus berpijak pada kondisi nyata di lapangan agar program dapat berjalan efektif.

“RKPD harus realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan. Setiap program yang direncanakan harus benar-benar membawa dampak positif bagi warga Kota Medan,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan Kota Medan, di mana berbagai pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat, akademisi, hingga tokoh agama dilibatkan untuk memberikan pandangan dan usulan strategis. Kehadiran unsur keagamaan seperti AMTI IB memperkaya diskusi, terutama dalam isu sosial kemasyarakatan dan penguatan nilai-nilai moral dalam pembangunan.

Keterlibatan aktif penyuluh agama Islam serta organisasi keagamaan di forum ini menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya mengutamakan aspek fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan sinergi dari berbagai pihak, perencanaan pembangunan Kota Medan tahun 2027 diharapkan menjadi lebih inklusif, tepat sasaran, dan benar-benar mencerminkan kebutuhan riil warga di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *