Penyuluh Agama Islam Medan Belawan Ikuti Workshop Sertifikasi Halal untuk Penguatan UMKM Sumatera Utara

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Belawan, Muhammad Fathul Husni, S.HI, mengikuti Workshop dan Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM serta Pendampingan Jaminan Sistem Produk Halal yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Halal Center UMSU, Bank Indonesia, serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara sebagai langkah strategis mempercepat implementasi sertifikasi halal di kalangan pelaku UMKM.

Workshop yang diikuti oleh 150 peserta ini menghadirkan pelaku UMKM, penyuluh agama, pendamping halal, serta perwakilan instansi pemerintah. Keikutsertaan Fathul Husni menjadi bagian dari komitmen KUA Medan Belawan dalam memperkuat edukasi dan pendampingan masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi halal, terlebih menjelang pemberlakuan Mandatory Halal untuk sejumlah sektor usaha.

Fathul Husni menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru dan wawasan mendalam yang sangat dibutuhkan oleh para penyuluh agama.

“Workshop ini membuka pemahaman yang lebih komprehensif terkait proses sertifikasi halal. Kami sebagai penyuluh di lapangan harus memastikan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, tidak hanya memahami kewajiban halal, tetapi juga mampu mengurusnya secara tepat dan sesuai regulasi,” ujar Fathul Husni.

Ia juga menekankan bahwa edukasi tentang halal tidak hanya sebatas kewajiban administratif, melainkan juga bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen dan kualitas produk.

“Halal itu bukan sekadar label, tetapi jaminan mutu, proses, dan kesadaran spiritual. Tugas kami adalah memastikan nilai ini sampai kepada masyarakat,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore, para peserta mendapatkan penguatan kapasitas terkait regulasi halal terbaru, tahapan implementasi SJPH, mekanisme self declare, serta alur sertifikasi melalui aplikasi SiHalal. Selain itu, peserta dilatih menyusun dokumen pendukung sertifikasi halal dengan standar yang benar. Materi ini menjadi bekal penting bagi penyuluh agar lebih efektif dalam mendampingi UMKM di wilayahnya masing-masing.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, hingga praktik langsung penggunaan aplikasi SiHalal. Para narasumber dari Halal Center UMSU, Bank Indonesia, dan instansi teknis lainnya memberikan penjelasan mendalam tentang tantangan sekaligus peluang dalam memperluas ekosistem halal di Sumatera Utara.

Salah satu narasumber dari Halal Center UMSU menyampaikan bahwa peran penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam proses percepatan sertifikasi halal.

“Penyuluh adalah garda depan dalam edukasi masyarakat. Mereka harus menjadi motor penggerak agar UMKM siap bersaing dengan memenuhi standar halal,” jelasnya.

Sinergi antara Kementerian Agama, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata upaya memperkuat ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif bagi UMKM, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Menurut Fathul Husni, workshop ini tidak hanya meningkatkan kapasitas dirinya sebagai penyuluh, tetapi juga membuka ruang koordinasi lebih luas antar pemangku kepentingan.

“Dengan adanya forum seperti ini, kami bisa membangun jejaring kerja yang lebih kuat. Ini sangat penting untuk mempercepat proses pendampingan halal di wilayah Medan Belawan,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran penyuluh agama dalam membantu pelaku UMKM memenuhi standar halal, meningkatkan kualitas produk, serta menguatkan ekonomi keumatan di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *