Penyuluh Medan Area Berikan Penguatan Ibadah dan Edukasi Mitigasi Bencana

Medan (Humas) — Kegiatan penyuluhan melalui majlis taklim maghrib menjelang isya kembali diselenggarakan oleh Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Area, Ambri, S.HI. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Majelis Taklim Masjid Jamik, Panji Wibisana, S.H., serta Ketua Bidang Dakwah, Hamdani, S.E pada Rabu, 3 Desember 2025. Pelaksanaan majlis taklim ini menjadi momentum strategis untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana banjir, sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi dan pelayanan umat secara berkelanjutan.

Waktu antara salat maghrib dan isya yang relatif singkat dimanfaatkan dengan optimal melalui penyampaian pengajian padat manfaat. Jamaah diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kekhusyukan salat, memperkuat keistiqamahan ibadah, serta membangun kebersamaan dalam kegiatan keagamaan. Melalui dialog interaktif dan tanya jawab, majlis taklim menjadi sarana efektif untuk memperluas wawasan keagamaan sekaligus memperkuat kedekatan antara muballigh dan jamaah.

Selain materi keagamaan, penyuluhan ini juga mengangkat kajian mengenai penyebab banjir yang sering melanda berbagai wilayah di Indonesia. Disampaikan bahwa curah hujan tinggi, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, kondisi topografi rawan banjir, serta perilaku masyarakat yang kurang peduli lingkungan menjadi pemicu utama terjadinya banjir. Minimnya infrastruktur pendukung turut memperbesar risiko, sehingga diperlukan kesadaran dan partisipasi kolektif untuk melakukan langkah pencegahan dan mitigasi.

Ketua Majelis Taklim Masjid Jamik, Panji Wibisana, S.H., menekankan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat spiritualitas jamaah, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial, terutama terkait isu lingkungan dan kesiapsiagaan bencana. Sementara itu, Ketua Bidang Dakwah, Bapak Hamdani, S.E., menggarisbawahi pentingnya sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah agar edukasi mitigasi bencana dapat menjangkau lebih luas dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Ambri menyampaikan bahwa majlis taklim maghrib menjelang isya merupakan sarana strategis untuk menanamkan nilai keagamaan sekaligus memperkuat kesadaran sosial jamaah. Ia menegaskan komitmen para penyuluh untuk terus menghadirkan dakwah yang relevan, humanis, dan edukatif, termasuk penyampaian materi mitigasi bencana yang penting bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat antara penyuluh, pengurus masjid, dan masyarakat, majlis taklim diharapkan terus menjadi pusat pembinaan umat yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *