PAI KUA Medan Denai Lakukan Pendataan Lembaga Pendidikan di Wilayah Kecamatan

Medan (Humas) — Petugas Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan lembaga pendidikan di wilayah Kecamatan Medan Denai. Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan, sekaligus untuk memperoleh data yang akurat sebagai dasar pengembangan pendidikan agama.

Kepala KUA Medan Denai, H. Yahman Hulu, S.Ag., M.IKom, menegaskan pentingnya kegiatan ini. “Pendataan lembaga pendidikan ini penting agar kami memiliki data yang akurat dan bisa merancang program pembinaan keagamaan yang tepat sasaran. Sinergi antara KUA dan sekolah atau pondok pesantren menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama di Medan Denai,” ujarnya.

Dari hasil pendataan, tercatat terdapat 7 sekolah tingkat SMA dan 12 sekolah tingkat SMP di wilayah Kecamatan Medan Denai. Pendataan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan program pendidikan agama yang lebih efektif dan terintegrasi.

Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Al-Kautsar di Jalan Pelajar Timur, tim PAI disambut hangat oleh Kepala Madrasah Aliyah Al-Kautsar, Muhyiddin. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran para penyuluh dan menilai kegiatan pendataan ini sebagai langkah positif. “Kami menyambut baik kunjungan tim PAI KUA Medan Denai. Kehadiran mereka sangat membantu dalam membangun kerja sama yang lebih baik di bidang pendidikan, sekaligus memberikan motivasi bagi peserta didik,” kata Muhyiddin.

Sementara itu, Kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Kautsar, Ustaz Arsyad, menyoroti tantangan pendidikan agama di era milenial. “Tantangan pendidikan agama saat ini cukup besar, terutama di era milenial. Minat belajar anak-anak cenderung menurun, sehingga dibutuhkan strategi baru agar pendidikan agama tetap menarik dan relevan bagi generasi muda,” ungkapnya.

Kegiatan pendataan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara KUA dan lembaga pendidikan di Medan Denai, serta meningkatkan kualitas pendidikan agama. Data yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk merancang program pembinaan keagamaan yang lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *