Medan (Humas) — Setelah sempat tertunda akibat banjir yang melanda kawasan sekitar madrasah, MIN 2 Medan kembali melaksanakan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Ganjil dengan tertib dan penuh semangat pada pekan ini. Pelaksanaan asesmen menjadi tanda pulihnya aktivitas akademik madrasah serta kesiapan seluruh warga MIN 2 Medan untuk melanjutkan proses pembelajaran pascabencana.
Kepala MIN 2 Medan, Khairina Hasibuan, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru, pegawai, serta murid yang tetap menunjukkan komitmen menghadapi asesmen meskipun sebelumnya sempat terjadi gangguan akibat banjir.
“Alhamdulillah, setelah proses pembersihan dan pemulihan lingkungan madrasah, kita dapat kembali melanjutkan kegiatan akademik. Pelaksanaan ASAS Ganjil ini menjadi bukti bahwa semangat belajar murid tidak surut meski diterpa ujian,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Aisyah, S.Pd., menegaskan bahwa seluruh persiapan asesmen dilakukan dengan matang meskipun terjadi perubahan jadwal.
“Kami memastikan standar pelaksanaan asesmen tetap terjaga. Jadwal yang sempat bergeser tidak mengurangi kualitas evaluasi pembelajaran yang diterapkan kepada murid. Semoga melalui asesmen ini, kita dapat melihat hasil terbaik dari usaha murid selama satu semester,” ungkapnya.
Pelaksanaan ASAS Ganjil berlangsung serentak di seluruh jenjang kelas dengan pengawasan langsung para guru. Ruang-ruang kelas yang sempat terdampak banjir telah dipastikan kembali layak digunakan setelah dilakukan pembersihan, pemeriksaan sarana, serta penataan ulang fasilitas pendukung asesmen. Suasana ujian pun terlihat sangat kondusif, tertib, dan penuh konsentrasi.
Para murid menunjukkan antusiasme tinggi menyambut pelaksanaan asesmen ini. Sakha, murid kelas V, mengaku sangat senang asesmen akhirnya dapat dilaksanakan kembali. “Kami sudah belajar dan menunggu jadwal ujian. Alhamdulillah sekarang bisa ikut ujian dan semoga hasilnya bagus,” katanya penuh semangat.
Kerja sama seluruh warga madrasah dalam proses pemulihan pascabencana menjadi salah satu faktor keberhasilan kembalinya aktivitas akademik di MIN 2 Medan. “Pemulihan pascabanjir membutuhkan waktu dan tenaga, tetapi berkat kekompakan semua pihak, alhamdulillah kegiatan belajar kembali berjalan normal,” tambah Fatimah selaku guru pengawas.
Melalui pelaksanaan asesmen ini, MIN 2 Medan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan pendidikan secara optimal, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.
ASAS Ganjil ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan setelah bencana sekaligus menegaskan bahwa semangat pendidikan di MIN 2 Medan akan senantiasa kokoh dan terus bergerak maju, apa pun tantangannya. (YFK)

