Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan Gelar Doa Bersama di Denpom Medan Maimun untuk Korban Bencana

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan doa bersama di Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kecamatan Medan Maimun sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sedang berduka akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (4/12) malam tersebut diikuti oleh penyuluh serta beberapa anggota Denpom, meski jumlah peserta terbatas karena sebagian besar personel sedang bertugas di lapangan untuk penanganan bencana. Meski sederhana, suasana doa berlangsung khidmat dan penuh kekuatan spiritual.

Penyuluh Agama Kristen, Sadar Kurniawati Harefa, S.Th, menyampaikan bahwa doa bersama ini merupakan bentuk dukungan moral dan spiritual kepada korban bencana serta para aparat yang masih berjibaku dalam misi kemanusiaan. Ia menekankan bahwa kegiatan sederhana seperti ini tetap memiliki dampak besar bagi penguatan mental dan spiritual.
“Sebagai penyuluh, kami terpanggil untuk hadir dan menguatkan. Kiranya Tuhan memberikan penghiburan dan ketabahan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Sadar Kurniawati Harefa, S.Th.

Ia juga menegaskan bahwa perhatian dan doa tidak hanya dipanjatkan untuk masyarakat korban bencana, melainkan juga bagi para aparat yang saat ini tengah bertugas di lapangan. Kurniawati mengingatkan bahwa tugas kemanusiaan yang diemban para aparat membutuhkan dukungan doa dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami juga mendoakan seluruh aparat yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan agar Tuhan melindungi mereka, memberikan kesehatan, kekuatan, dan semangat dalam menjalankan amanah ini,” tambahnya.

Menurut Kurniawati, meski jumlah kehadiran dalam kegiatan tersebut tidak banyak, makna solidaritas dan kepedulian tetap menjadi pesan utama yang ingin disampaikan. Ia menilai bahwa yang terpenting adalah ketulusan hati dalam mendoakan dan mendukung sesama.
“Jumlah kami memang terbatas, tetapi hati kami tertuju pada mereka yang sedang dalam pergumulan. Pelayanan dan kepedulian tidak boleh berhenti,” ungkapnya.

Kegiatan doa bersama ditutup dengan harapan agar wilayah terdampak bencana segera pulih, masyarakat memperoleh kekuatan baru, dan para aparat yang sedang bertugas selalu berada dalam perlindungan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *