Medan (Humas) – Memasuki era digital, pola dakwah kini berkembang semakin dinamis. Penyuluh Agama Islam (PAI) Kota Medan menghadirkan inovasi dakwah berbasis teknologi melalui platform podcast yang digagas oleh Firmansyah (PAI Medan Tuntungan), Ahmad Bulyan Nst (PAI Medan Belawan), dan Luli Kapitra (PAI Medan Tuntungan), Selasa (9/12/2025).
Podcast ini menjadi media efektif dalam menyampaikan pesan keagamaan dan pembelajaran spiritual kepada masyarakat luas. Pada episode terbarunya, para penyuluh mengangkat tema “Hikmah Musibah Bencana Alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh” yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang makna musibah dalam perspektif Islam.
Dalam diskusi tersebut, para penyuluh mengajak pendengar melihat musibah sebagai ujian sekaligus pengingat dari Allah SWT. Mereka mengutip Surah Al-Baqarah ayat 155–156 sebagai landasan kajian, yang berbunyi:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.’” (QS. Al-Baqarah: 155–156).
Ayat ini menjadi pengingat pentingnya kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi berbagai ujian hidup, termasuk bencana alam yang tidak dapat dielakkan.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa musibah tidak datang tanpa makna. Ada pelajaran besar tentang kesabaran, ketabahan, dan kepedulian sesama.” ujar Firmansyah.
Penyuluh Ahmad Bulyan menekankan bahwa musibah bukan sekadar peristiwa yang menyulitkan, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran spiritual yang dapat meningkatkan kedekatan seseorang kepada Allah SWT. Selain itu, musibah juga dapat memperkokoh solidaritas sosial dan kepedulian antar sesama.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa musibah tidak datang tanpa makna. Ada pelajaran besar tentang kesabaran, ketabahan, dan kepedulian sesama.” ujarnya.
Melalui platform digital dan media sosial, para penyuluh Kota Medan berupaya menjangkau masyarakat yang lebih luas, terutama generasi muda yang aktif di dunia maya. Metode ini dinilai efektif dalam mempermudah akses terhadap informasi keagamaan serta pembinaan iman, terutama di tengah tantangan akibat berbagai bencana yang melanda.
Penyuluh Kota Medan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat dakwah digital sebagai sarana penyejuk hati sekaligus pendorong semangat bangkit bagi masyarakat. Inisiatif ini menjadi bukti adaptasi dan inovasi para penyuluh dalam memanfaatkan teknologi modern guna menyebarkan nilai-nilai Islami secara lebih luas, cepat, dan fleksibel.

