PAI Medan Berikan Bimbingan Rohani kepada Pasien di Rumah Sakit Mitra Sejati

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kota Medan kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan bimbingan rohani yang dilaksanakan di Rumah Sakit Mitra Sejati Medan, Selasa (09/12/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh sejumlah penyuluh yang hadir untuk memberikan motivasi, penguatan iman, serta pendampingan spiritual kepada para pasien dan keluarga yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Penyuluh yang hadir antara lain Imam Pratomo, M.H.I., Muhammad Arsyad, dan Abdul Majid, S.H.I. (PAI Medan Kota); Abdullah Hakim (PAI Medan Barat); Nurbaiti, S.Ag., Dr. Syarto, dan Harun Ar-Rasyid (PAI Medan Amplas); Komarul Anwar Siregar dan Al Huda (PAI Medan Johor); serta Ambri Sembiring (PAI Medan Area).

Dalam penyampaian tausiah, para penyuluh menekankan pentingnya kesabaran, keikhlasan, serta tawakal kepada Allah SWT dalam menghadapi cobaan sakit. Mereka juga membacakan doa-doa serta memberikan nasihat agar para pasien senantiasa menjaga semangat dan ketenangan batin selama menjalani perawatan.

Salah satu penyuluh, Imam Pratomo, menyampaikan bahwa bimbingan rohani tidak hanya bertujuan memberikan penguatan spiritual, tetapi juga membantu pasien menghadapi masa pemulihan dengan lebih tenang.

“Kami ingin menghadirkan ketenteraman batin bagi pasien. Sakit adalah ujian, dan tugas kami adalah menguatkan mereka agar tetap sabar serta yakin bahwa Allah selalu memberi jalan terbaik,” ujarnya.

Pihak Rumah Sakit Mitra Sejati mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai sangat bermanfaat bagi kondisi mental dan emosional para pasien. Suasana kekeluargaan tampak terlihat ketika pasien dan keluarga mengikuti bimbingan rohani dengan penuh perhatian.

PAI Kota Medan berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendampingi pasien secara spiritual sehingga dapat mempercepat proses pemulihan dan menumbuhkan optimisme.

Kegiatan bimbingan rohani ini diharapkan dapat berlanjut secara berkesinambungan sebagai bentuk pelayanan keagamaan yang humanis, solutif, dan berdampak positif bagi umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *