Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melakukan pelayanan rohani penuh penguatan dan kehangatan di Rumah Sakit Mitra Sejati, Medan Johor. Selasa (9/12/2025). Pelayanan ini dirancang untuk memberikan motivasi, pendampingan spiritual, dan penguatan iman bagi para pasien serta keluarga yang tengah menghadapi ujian kesehatan.
Dipimpin oleh Daniel Malau, Remulus Situmorang, dan Bung Andyra Parhusip, kegiatan ini tidak hanya fokus pada penghiburan dan penyembuhan batin, tetapi juga mengangkat perspektif ekoteologis sebagai kerangka refleksi. Dalam pandangan ekoteologi, tubuh dan jiwa manusia dipahami sebagai ekosistem suci (Sacred Ecology) yang membutuhkan keseimbangan — serupa dengan alam yang harus dirawat agar tetap sehat, lestari, dan berfungsi optimal. Dengan demikian, proses penyembuhan dilihat sebagai pemulihan keharmonisan antara diri, Tuhan, dan lingkungan.
Para penyuluh mengajak pasien untuk memahami bahwa setiap perjalanan menghadapi penyakit dapat menjadi momen refleksi mendalam terhadap hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Dalam bingkai ekoteologi, kesehatan dipandang sebagai Integral Blessing — berkat menyeluruh yang hadir ketika manusia hidup selaras dengan hukum Tuhan dan hukum alam. Penyakit pun dipahami sebagai tanda ketidakseimbangan, layaknya kerusakan ekologis yang menimpa bumi ketika tidak dikelola dengan bijak.
“Mengelola kesehatan adalah bagian dari tugas spiritual sebagai seorang steward (pengelola) yang dipercayakan Tuhan untuk merawat tubuh dan kehidupannya,” menjadi pesan utama yang disampaikan para penyuluh. Mereka mendorong pasien untuk merawat tubuh dengan penuh kasih, kesabaran, dan rasa syukur, sebagaimana seorang pekebun menjaga taman yang dipercayakan kepadanya.
Dalam sesi firman yang disampaikan, para penyuluh menanamkan harapan bahwa pemulihan adalah proses bertahap yang memerlukan iman, ketenangan, dan ketekunan. Pasien diajak mengambil inspirasi dari daya tahan alam: pohon yang patah dapat bertunas kembali, dan tanah yang kering dapat menjadi subur ketika dirawat. Melalui analogi ini, para penyuluh berharap pelayanan spiritual tersebut dapat menghasilkan “panen” berupa kedamaian batin, kekuatan mental, serta sikap positif yang esensial dalam proses penyembuhan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama Direktur Rumah Sakit Mitra Sejati, menandai terjalinnya kerja sama yang semakin kuat antara rumah sakit sebagai pemangku pelayanan medis dan Kementerian Agama sebagai pemangku pelayanan spiritual. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kesehatan sejati merupakan hasil dari perpaduan komprehensif antara penyembuhan fisik, pemeliharaan jiwa, dan dukungan komunitas.
Pelayanan rohani ini diharapkan menjadi energi positif yang mampu membangkitkan semangat pasien dan keluarga. Pesan pemulihan holistik yang disampaikan juga diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa kehidupan adalah anugerah besar yang perlu dirawat dengan penuh cinta, tanggung jawab, dan kebijaksanaan ekologis.

