Medan (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan yang diwakili oleh Kepala KUA Kecamatan Medan Barat, H. Masril Halomoan Harahap, S.Ag., M.A., menghadiri kegiatan Safari Salat Isya Wali Kota Medan yang dilaksanakan di Masjid Nurul Hidayah, Jalan Danau Singkarak, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat, Senin (09/12) malam.
Kehadiran Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama rombongan disambut hangat oleh jamaah dan masyarakat sekitar masjid. Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga karena untuk pertama kalinya Wali Kota Medan melaksanakan safari salat isya di Masjid Nurul Hidayah. Ketua BKM Masjid Nurul Hidayah, Dicky, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan tersebut, yang menurutnya menjadi perhatian dan motivasi bagi jamaah serta pengurus masjid.
“Saya dan masyarakat di sini tidak menyangka dan sangat terhormat dengan kedatangan Bapak Wali Kota. Sepanjang ingatan kami, baru kali ini Wali Kota hadir langsung ke masjid kami,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rico menyampaikan bahwa pelaksanaan safari salat isya kali ini memiliki makna khusus karena dilakukan pasca musibah banjir yang melanda sebagian wilayah Kecamatan Medan Barat. Ia mengajak seluruh pihak untuk melakukan introspeksi dan memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
“Banyak warga kita yang mengungsi dan mengalami kerusakan peralatan rumah. Kita harus terus melakukan introspeksi. Semoga kejadian banjir ini tidak terulang kembali,” ungkap Wali Kota Medan tersebut.
Sementara itu, tausiah agama disampaikan oleh Ketua MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum, MA., yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman dan akhlak seorang muslim. Ia mengingatkan bahwa musibah yang terjadi kerap menjadi pengingat agar manusia lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
“Seringkali banjir terjadi karena kelalaian manusia yang membuang sampah sembarangan. Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan diri,” ucapnya sembari mengutip QS. Al-Baqarah ayat 222.
Kepala KUA Medan Barat, H. Masril Halomoan Harahap, yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Medan dan seluruh jajaran pemerintah. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga memberikan semangat baru bagi warga pasca musibah banjir.
“Kehadiran Bapak Wali Kota memberikan energi positif bagi masyarakat kami. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir bukan hanya untuk memimpin, tetapi juga untuk merasakan apa yang dirasakan warga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya memperkuat peran rumah ibadah sebagai pusat edukasi sosial dan keagamaan. “Masjid harus menjadi tempat yang menumbuhkan kesadaran kolektif, termasuk kesadaran menjaga lingkungan. Kami di KUA siap bersinergi untuk memperluas edukasi tersebut,” tambahnya.
Kegiatan Safari Salat Isya tersebut turut dihadiri sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan, seperti Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Dukcapil, serta unsur Forkompimda Medan Barat yang meliputi Camat, Danramil, Kapolsek, Ketua MUI Kecamatan, Kepala Puskesmas, dan tokoh masyarakat setempat.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban. Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial pasca musibah banjir.

