Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam KUA Medan Sunggal, Paidi S.Ag., kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak banjir Sungai Sunggal. Pada Rabu (10/12), ia menyalurkan bantuan peralatan sekolah kepada anak-anak korban banjir. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari penyaluran sembako yang telah dilakukan sebelumnya kepada keluarga terdampak.
Bantuan berupa buku tulis, pena, pensil, tas sekolah, dan perlengkapan belajar lainnya disalurkan untuk memastikan para pelajar dapat kembali beraktivitas dengan semangat meskipun menghadapi kondisi pascabanjir. Paidi menyampaikan bahwa pendidikan anak-anak tetap harus berjalan meskipun masyarakat sedang mengalami masa pemulihan. “Kami ingin memastikan anak-anak tetap bisa belajar tanpa terbebani oleh kondisi pascabanjir. Semoga perlengkapan ini dapat membantu meringankan kebutuhan sekolah mereka,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Paidi juga memberikan pesan keikhlasan dan kesabaran kepada warga yang terdampak. Ia mengingatkan bahwa setiap musibah selalu mengandung pelajaran dan mengajak masyarakat untuk tetap saling mendukung. “Musibah ini adalah ujian dari Allah SWT. Kita diajarkan untuk sabar, ikhlas, dan saling membantu. Di sinilah pentingnya solidaritas kita sebagai sesama umat,” ungkapnya.
Masyarakat menyambut baik kegiatan ini dan merasa terbantu, terutama karena banyak perlengkapan sekolah anak-anak yang rusak akibat banjir. Salah seorang warga menyampaikan rasa terima kasihnya. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Anak-anak bisa kembali sekolah tanpa harus memikirkan perlengkapan yang hilang atau rusak. Terima kasih kepada KUA Medan Sunggal yang sudah peduli,” ujarnya.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata kehadiran KUA Medan Sunggal di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pelayanan keagamaan tetapi juga sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi umat. Kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan baik antara penyuluh agama dan masyarakat.
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak, tetapi juga memberikan motivasi spiritual bagi masyarakat yang terdampak. Upaya tersebut menunjukkan komitmen KUA Medan Sunggal dalam memperkuat solidaritas sosial dan memberikan pelayanan kemanusiaan di lingkungan masyarakat. (PAI)

