Medan (Humas) — Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Sumatera Utara bersama Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan menghadiri kegiatan “Ngaji Seni Budaya Islam Tahun 2025” yang berlangsung pada Kamis, 11 Desember 2025, di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan bernuansa seni dan dakwah tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, H. Ahmad Qosbi, S.Ag., MM. Sebelum memberikan arahan, beliau menekankan bahwa seni memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan secara halus dan universal.
“Seni itu memiliki bahasa yang halus dan indah, sehingga pesan dakwah dapat tersampaikan tanpa sekat dan dapat diterima siapa saja. Karena itu, seni budaya Islam harus terus kita hidupkan sebagai wasilah dakwah yang mempersatukan,” ujar Kakanwil.

Beliau kemudian menyampaikan apresiasi kepada LASQI Sumut dan para penyuluh agama atas kontribusi mereka dalam membina seni Islami. Sebelum menyampaikan apresiasi tersebut, beliau menegaskan bahwa pembinaan seni Islami merupakan bagian penting dalam penguatan moderasi beragama.
“Saya sangat menghargai kontribusi LASQI dan para penyuluh agama yang selalu hadir di tengah masyarakat dengan kreativitas seni yang bernilai dakwah. Upaya seperti ini harus terus diperkuat,” tambahnya.
Kegiatan menghadirkan materi terkait peran seni dalam dakwah, estetika Islami, serta budaya yang selaras dengan nilai keagamaan. Peserta juga mengikuti sesi Ngaji Seni dengan penampilan qasidah, nasyid, dan syair dakwah.
Perwakilan LASQI Sumut turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kegiatan ini. Sebelum memberikan pernyataan, ia menegaskan bahwa ruang pembelajaran seni Islami harus terus diperluas demi pelestarian budaya.
“Momentum seperti ini sangat berarti untuk memperkuat ekosistem seni Islami di Sumatera Utara. Kami akan terus mendukung kegiatan yang menghidupkan seni yang berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar salah satu pengurus LASQI Sumut.
Sementara itu, penyuluh agama Kota Medan, Abdullah Hakim, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperkaya metode dakwah. Sebelum menyampaikan pendapatnya, ia menyebut bahwa seni dapat menjadi pintu masuk dakwah yang lebih komunikatif dan dekat dengan masyarakat.
“Seni membuka ruang penyuluhan yang lebih kreatif dan mudah diterima masyarakat. Kegiatan ini memberi kami banyak inspirasi dalam mengembangkan metode dakwah,” ujar Abdullah Hakim.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, ditutup dengan komitmen bersama untuk terus mengembangkan seni budaya Islam sebagai medium dakwah yang santun, estetis, dan mencerdaskan umat.

