Penyuluh KUA Medan Baru Ingatkan Jamaah: “Tabayyun, Kunci Selamat dari Prasangka dan Fitnah”

Medan (Humas) — Di tengah derasnya arus informasi yang sering kali simpang siur, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Baru, H. Sibawaihi, Lc., M.Th.I, tampil memberikan pencerahan kepada jamaah Majelis Taklim Hikmatul Fadhilah melalui tausiyah bertema “Tabayyun: Menyelamatkan Hati dari Prasangka”. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme pada pukul 14.30–15.30 WIB. Kamis, 11 Desember 2025.

Sejak awal penyampaian, H. Sibawaihi menegaskan bahwa tabayyun bukan sekadar sikap hati-hati, tetapi merupakan perisai bagi seorang mukmin agar tidak terjerumus dalam dosa akibat prasangka dan berita palsu. Ia merujuk pada QS. Al-Hujurāt ayat 6, ayat yang menurutnya sangat kuat mengingatkan umat agar tidak tergesa-gesa mempercayai kabar tanpa mendapat kejelasan.

Tak hanya mengacu pada Al-Qur’an, ia juga mengaitkannya dengan hikmah-hikmah mendalam dari Kitab Al-Hikam, yang menuntun seorang hamba untuk lebih jernih dalam berpikir dan lebih tenang dalam menyikapi informasi.

Lima pesan utama yang disampaikan, disajikan dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari:

Tabayyun dan kehati-hatian:
Jangan mudah percaya, jangan mudah terpancing. Kebenaran harus dicari, bukan diikuti begitu saja.

Menjauhi prasangka:
Menurutnya, prasangka ibarat racun halus yang dapat memecah belah keluarga, teman, bahkan masyarakat.

Tidak terburu-buru menerima berita:
Di media sosial, satu kabar dapat menyebar dalam hitungan detik. Karenanya, jeda sejenak untuk memastikan kebenaran menjadi sangat penting.

Menahan hawa nafsu saat merespon:
H. Sibawaihi mengingatkan bahwa kemarahan dan emosi sering membuat seseorang salah menilai. Tenang dulu, baru bertindak.

Memilih sumber yang tsiqah:
Beliau mengajak jamaah untuk lebih selektif, memilih sumber informasi yang jelas dan terpercaya, agar tidak terseret dalam kesalahan yang fatal.

Para jamaah tampak sangat terkesan dengan penyampaian tersebut. Banyak yang merasa bahwa materi ini hadir pada waktu yang tepat, mengingat maraknya hoaks, fitnah, dan kesalahpahaman yang kerap menciptakan kegaduhan di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, KUA Medan Baru berharap masyarakat semakin cerdas, dewasa, dan bijaksana dalam menghadapi informasi apa pun. “Tabayyun itu sederhana, tapi dampaknya besar. Ia menyelamatkan hati, menjaga hubungan, dan menuntun kita pada kebenaran,” tegas H. Sibawaihi menutup kegiatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *