Pokjaluh Medan Ikuti Kegiatan Mengaji Budaya Islam di Kanwil Kemenag Sumut

Medan (Humas) — Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) Kemenag Kota Medan yang mewakili setiap KUA kecamatan mengikuti kegiatan Mengaji Budaya Islam yang diselenggarakan di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara pada Kamis (11/12). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Sumut, H. Ahmad Qosbi, M.M, dan dipandu oleh Dr. Tuah Sirait, MA.

Kegiatan tersebut bertujuan menyatukan persepsi, kepedulian, dan tekad bersama dalam menghidupkan serta melestarikan seni budaya Islam, khususnya syair-syair bernilai edukasi dan ketakwaan. Dalam arahannya, Ahmad Qosbi menegaskan pentingnya peran penyuluh dalam memperkuat budaya Islam di tengah masyarakat. “Penyuluh Agama Islam harus mampu memperluas ide dan tujuan mulia agar seni budaya Islam semakin diminati dan berkembang di tengah kehidupan umat,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa banyak lembaga yang dapat menjadi ruang ekspresi bagi karya seni Islami. “Madrasah, pesantren, majelis taklim, BKM, hingga remaja masjid dapat menjadi mitra yang siap menerima dan menampilkan karya seni Islami dari para penyuluh,” tambahnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tgk. M. Nizamuddin sebagai perwakilan Penyuluh Agama Islam Medan Kota, bersama para penyuluh utusan KUA kecamatan se-Kota Medan. Selain itu, hadir pula narasumber utama Prof. Dr. H. Datuk Sofwan Hadi, yang memaparkan sejarah perkembangan seni budaya Islam di Sumatera Utara hingga membawa daerah ini berkali-kali meraih prestasi pada ajang nasional seperti MTQ dan Festival Qasidah-Nasyid.

Pada kesempatan tersebut, Sofwan Hadi mendorong para peserta agar berani menciptakan karya dan mengambil bagian dalam kemajuan seni budaya Islam. Ia menegaskan bahwa kreativitas merupakan kunci untuk melahirkan karya yang dapat menginspirasi sekaligus memperkuat identitas budaya Islam di tengah masyarakat. “Siapa pun bisa berkarya untuk kemajuan seni budaya Islam. Ambillah posisi keunggulan masing-masing—apakah mencipta lirik, mengaransemen, membentuk kelompok, membuat video klip, atau mempublikasikannya ke media sosial,” tuturnya.

Melalui kegiatan Mengaji Budaya Islam ini, para penyuluh diharapkan semakin bersemangat mengembangkan kreativitas dan memperkuat peran seni budaya Islam dalam kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *