Medan (Humas) Jum’at, 12 Desember 2025 menjadi hari yang penuh kebersamaan bagi jajaran Kementerian Agama Kota Medan. Pada pagi itu, suasana halaman dan taman kantor Kemenag Medan tampak lebih ramai dari biasanya. Para pegawai, staf, hingga para penyuluh agama dari berbagai kecamatan ikut serta dalam kegiatan gotong royong bulanan, termasuk Penyuluh Agama Islam KUA Medan Baru, Syahmuda Nasution, S.Ag.
Kegiatan gotong royong ini telah menjadi agenda rutin yang digelar setiap bulan. Tujuannya sederhana, namun bermakna besar: menjaga kebersihan lingkungan kantor sekaligus memperkuat ikatan kebersamaan antarpegawai dan penyuluh. Pada kesempatan ini, seluruh peserta tampak semangat merapikan rumput, menyapu halaman, memotong ranting, hingga menata kembali tanaman di taman Kemenag Medan.
Bagi Syahmuda Nasution, keikutsertaannya bukan sekadar memenuhi agenda bulanan, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan institusi tempat ia mengabdi.
“Gotong royong ini bukan hanya tentang membersihkan halaman, tetapi juga membersihkan hati. Dengan bersama-sama bekerja, kita membangun kekompakan dan kepedulian. Lingkungan yang bersih akan membawa suasana kerja yang lebih nyaman dan produktif,” ujar Syahmuda.
Kemenag Kota Medan menaruh perhatian besar terhadap kualitas pelayanan publik. Salah satu faktor pendukungnya adalah lingkungan kantor yang tertata, asri, dan nyaman. Masyarakat yang datang untuk berurusan sering kali menghabiskan waktu di halaman atau ruang tunggu. Karena itu, keindahan dan kerapian taman menjadi bagian penting dari wajah pelayanan Kemenag.
Gotong royong ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja ASN Kemenag, yakni integritas, kebersamaan, dan pelayanan yang ramah. Kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut memberikan energi positif yang diharapkan berpengaruh pada etos kerja sehari-hari.
Kegiatan gotong royong tidak hanya diikuti oleh pegawai struktural, tetapi juga para penyuluh agama yang selama ini bertugas di lapangan. Kebersamaan lintas bidang ini membuat suasana kerja semakin harmonis dan penuh kekeluargaan.
Peserta berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan. Selain memberikan dampak langsung pada keindahan kantor, gotong royong juga menghidupkan nilai-nilai tradisi masyarakat Indonesia yang penuh dengan semangat tolong-menolong.
Dengan terciptanya lingkungan kantor yang bersih dan nyaman, diharapkan pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh unsur yang ada di Kementerian Agama Kota Medan.

