Medan (Humas) — Dalam spirit kepedulian dan empati terhadap sesama, MIN 2 Kota Medan menyelenggarakan rangkaian kegiatan ibadah yang meliputi shalat dhuha berjamaah, pembacaan Surah Yasin, dan doa bersama untuk mendoakan daerah-daerah yang terdampak banjir dan longsor di daerah sumatera. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kesungguhan dan kekhidmatan, diikuti oleh seluruh guru serta murid madrasah. (12/12)
Pagi itu, suasana madrasah terasa lebih sejuk dan syahdu dari biasanya. Seluruh murid berkumpul di halaman utama untuk melaksanakan shalat dhuha berjamaah, dipandu oleh para guru bidang keagamaan. Gerakan demi gerakan dilakukan serempak, menunjukkan kedisiplinan dan kekhusyukan murid dalam meresapi makna ibadah sunnah yang mengajarkan harapan, optimisme, serta tawakal kepada Allah.
Usai shalat dhuha, acara dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin yang dipandu oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Riskana Muda Dalimunthe, S.Pd.I. Dengan suara yang tegas, beliau membimbing murid dan guru untuk melafalkan ayat demi ayat dengan penuh penghayatan. Lantunan Al-Qur’an yang bergema di seluruh penjuru madrasah menghadirkan ketenangan sekaligus seruan batin agar masyarakat yang sedang tertimpa musibah diberi perlindungan dan kekuatan.
Kepala MIN 2 Kota Medan, Khairina Hasibuan, S.Pd.I., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menumbuhkan rasa kepedulian sosial sejak dini. Ia menegaskan bahwa ibadah dan doa yang dipanjatkan bersama bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga praktik nyata membentuk karakter murid yang berempati, peka terhadap lingkungan, dan memiliki jiwa saling menolong.
“Musibah yang terjadi adalah ujian bagi kita semua. Melalui shalat dhuha, Yasinan, dan doa bersama ini, kita berharap agar Allah memberikan keselamatan, ketabahan, serta jalan keluar terbaik bagi semua korban banjir dan longsor. Empati yang kita tumbuhkan hari ini adalah bekal akhlak mulia bagi anak-anak kita,” ucapnya kepada seluruh peserta.
Setelah pembacaan Yasin, acara memasuki puncak kegiatan dengan doa bersama yang dipimpin oleh guru bidang keagamaan. Suasana berubah hening ketika tangan murid terangkat serempak, memohon kepada Allah agar bencana segera berlalu, masyarakat diberi keselamatan, dan para korban yang sedang berjuang diberikan kekuatan dan kesabaran. Beberapa murid tampak terharu, menunjukkan betapa kegiatan ini benar-benar menyentuh nurani dan hati mereka.
Selain memperkuat spiritualitas, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi murid. Mereka diajak memahami bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui doa, perhatian, dan dukungan moral. Guru-guru pun menegaskan bahwa madrasah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membina akhlak dan empati.
MIN 2 Kota Medan berkomitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai religius dan kepedulian sosial dalam berbagai kegiatan harian maupun insidental, terutama ketika bangsa menghadapi musibah. Dengan kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini, madrasah berharap para murid tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, peduli sesama, dan siap memberi kontribusi positif bagi negeri.
Melalui serangkaian ibadah ini, keluarga besar MIN 2 Kota Medan memanjatkan doa agar seluruh daerah terdampak banjir dan longsor segera pulih, masyarakat diberi keselamatan, dan negeri ini senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT. (YFK)

