Penyuluh Agama Islam Medan Area Bahas Pentingnya Menjaga Diri dari Perkara Haram dan Syubhat

Medan (Humas) — Majelis Taklim Jannah Sauqiyah kembali menggelar pengajian rutinnya yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Desember 2025 di wilayah Kota Medan. Kegiatan ini diasuh oleh Ustadz Amri, S.HI, seorang Penyuluh Agama Islam pada KUA Medan Area, Kementerian Agama Kota Medan, yang selama ini dikenal aktif dalam pembinaan keagamaan masyarakat.

Sebagai penyuluh agama Islam, Ustadz Amri S.HI terlibat dalam berbagai program bimbingan dan penyuluhan yang bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan, menanamkan nilai moderasi beragama, serta mengembangkan kegiatan majelis taklim di lingkungan binaan. Kiprah beliau mempertegas peran penyuluh sebagai garda terdepan Kemenag dalam memberikan layanan dan penerangan agama kepada masyarakat.

Pada kajian bulan ini, Majelis Taklim Jannah Sauqiyah mengangkat tema “Menjaga Diri dari Haram”, yang menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menjalankan ajaran Islam. Dalam pemaparannya, Amri menegaskan bahwa seorang muslim dituntut untuk tidak hanya menghindari hal yang jelas keharamannya, tetapi juga perkara syubhat yang dapat melemahkan kualitas keimanan.

“Menjauhi yang syubhat adalah cara kita menjaga hati tetap bersih. Bila hati bersih, ibadah pun menjadi lebih kuat dan diterima oleh Allah SWT,” ujar Amri di hadapan jamaah.

Beliau juga menyampaikan bahwa kehati-hatian dalam memilih makanan, pekerjaan, pergaulan, hingga aktivitas sehari-hari merupakan wujud pengamalan nyata dari perintah menjaga diri dari segala sesuatu yang dapat merusak keimanan.

Kegiatan Majelis Taklim Jannah Sauqiyah terus menjadi wadah edukasi dan pembinaan keagamaan yang efektif dalam memperluas pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam secara benar dan moderat. Melalui pengajian rutin ini, diharapkan jamaah semakin termotivasi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.

Dengan berakhirnya kajian, Amri menutup kegiatan dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk mengamalkan ilmu yang telah dipelajari. Beliau juga berdoa agar para jamaah tetap istiqamah dalam menjaga diri dari segala hal yang haram maupun perkara syubhat, sehingga kehidupan mereka selalu berada dalam lindungan dan petunjuk-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *