Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Helvetia, H. Tamrin Butar-butar, S.Ag., Spd.I, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Munawarah At-Taqwa, Perkampungan Kodam Sunggal, Jumat (12/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin KUA Medan Helvetia dalam membina dan memberikan bimbingan rohani kepada masyarakat.
Dalam penyuluhan tersebut, H. Tamrin membawakan materi muhasabah diri, yang bertujuan mendorong jamaah untuk introspeksi terhadap amal ibadah, perilaku sehari-hari, serta upaya memperbaiki diri menjelang tahun baru. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna, sehingga mudah dipahami semua kalangan.
“Muhasabah adalah kesempatan bagi kita menilai diri, melihat amal dan kesalahan yang mungkin dilakukan, serta bertekad memperbaiki diri. Dengan melakukan introspeksi secara rutin, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah,” kata H. Tamrin kepada jamaah.
Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, di mana jamaah berbagi pengalaman spiritual dan bertanya tentang cara konsisten dalam ibadah serta menjaga akhlak di kehidupan sehari-hari. Para peserta terlihat antusias dan aktif berdialog, menandakan tingginya perhatian masyarakat terhadap pembinaan rohani.
H. Tamrin menambahkan, “Setiap Muslim perlu menata hatinya agar tetap sabar, ikhlas, dan istiqamah dalam ibadah. Muhasabah bukan hanya menilai kekurangan, tetapi juga menyadari nikmat Allah yang telah diberikan, sehingga hati menjadi lebih tenang dan kehidupan sehari-hari lebih harmonis.”
Ketua Majelis Taklim Munawarah At-Taqwa, Ahmad Fauzi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran penyuluh. “Kehadiran Pak Tamrin sangat berarti bagi jamaah. Penyuluhan ini tidak hanya menambah ilmu, tetapi juga memberikan semangat dan ketenangan bagi warga kami, terutama dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen KUA Medan Helvetia dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung. Dengan bimbingan rohani seperti ini, diharapkan warga dapat lebih mantap dalam menjalankan ibadah, menumbuhkan kesadaran spiritual, dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap majelis taklim menjadi ruang yang nyaman untuk belajar dan bermuhasabah, sehingga setiap jamaah bisa kembali ke rumah dengan hati yang tenang, semangat yang diperbarui, dan niat untuk terus berbuat kebaikan,” pungkas H. Tamrin.

