Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan mempersiapkan paket bantuan untuk masyarakat yang terdampak banjir di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (12/12) bertempat di Rumah Marliani, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Perjuangan, Jalan Pendidikan/Sehati No. 158 Medan. Persiapan bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial para penyuluh agama terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Paket bantuan yang disiapkan nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat korban banjir yang sangat membutuhkan uluran tangan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun sebagai bentuk dukungan moril agar tetap tabah dan sabar menghadapi cobaan.

Salah satu penyuluh yang hadir, Marliani dari KUA Medan Perjuangan, menilai bahwa keterlibatan para penyuluh dalam kegiatan sosial merupakan bagian dari pengabdian kepada umat. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan panggilan kemanusiaan yang harus dijalankan bersama. Ia menegaskan, “Sebagai penyuluh agama, kami tidak hanya bertugas memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga hadir secara nyata di tengah masyarakat, terutama saat mereka sedang ditimpa musibah seperti banjir ini.”

Dalam kegiatan tersebut, hadir sejumlah Penyuluh Agama Islam dari berbagai kecamatan di Kota Medan. Di antaranya Masdar Tambusai dari KUA Medan Tembung, Thamrin Butar-butar dari KUA Medan Helvetia, Paidi perwakilan dari KUA Medan Sunggal, Damri Tambunan dan Syahmuda dari KUA Medan Baru, serta Muhammad Rasyid dan Putra Murosuana dari KUA Medan Deli.

Selanjutnya, kegiatan ini juga diikuti oleh Puligong Siregar dari KUA Medan Marelan, Marliani dari KUA Medan Perjuangan, serta Sulaiman dan Nurlela dari KUA Medan Labuhan. Kehadiran para penyuluh dari berbagai wilayah ini menunjukkan semangat kebersamaan dan solidaritas yang kuat dalam membantu sesama.

Sementara itu, Sulaiman dari KUA Medan Labuhan menekankan pentingnya kerja sama dan kekompakan antarpenyuluh dalam setiap aksi kemanusiaan. Ia menuturkan bahwa sinergi antarpenyuluh menjadi kekuatan utama dalam kegiatan sosial ini. “Kami berharap bantuan yang disiapkan ini dapat segera disalurkan dan benar-benar bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang terdampak banjir, sekaligus menjadi penguat semangat mereka untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Turut hadir pula Husni Thamrin Rambe serta Saipul Ahyar Tanjung dari KUA Medan Timur. Para penyuluh secara bersama-sama bahu-membahu mempersiapkan paket bantuan dengan penuh keikhlasan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi aksi kemanusiaan, tetapi juga sarana memperkuat ukhuwah, empati, dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan berharap bantuan dapat segera tersalurkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat korban banjir, sekaligus meneguhkan peran penyuluh agama sebagai pelayan umat yang hadir dalam setiap kondisi. (PAI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *