Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kota Medan menunjukkan kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir dan longsor di Desa Rantau Pauh dan Kampung Durian, Kecamatan Rantau, Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (13/12/2025).
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan para Penyuluh Agama Islam dari berbagai kecamatan di Kota Medan, yakni Penyuluh Medan Kota Tgk. M. Nizamuddin, Penyuluh Medan Baru Syah Muda, Penyuluh Medan Maimun Fauzani, Penyuluh Medan Barat H. Abdullah Hakim, Penyuluh Medan Amplas Eliza Purba, serta Penyuluh Medan Polonia Taufik dan M. Dahri Pohan.
Bantuan yang diserahkan berupa kebutuhan pokok dan bantuan kemanusiaan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak bencana. Penyaluran bantuan ini diterima langsung oleh warga setempat dengan penuh rasa haru dan syukur.
Menjelang penyerahan bantuan, Abdullah Hakim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan kemanusiaan penyuluh agama. Ia juga menekankan bahwa kehadiran penyuluh di lokasi bencana diharapkan dapat memberikan rasa tenang serta dukungan moril dan spiritual bagi masyarakat terdampak. Ia menegaskan, “Kehadiran kami di sini adalah bentuk empati dan kepedulian kemanusiaan. Sebagai penyuluh agama, kami tidak hanya bertugas memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga hadir langsung mendampingi masyarakat saat menghadapi musibah,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Tgk. M. Nizamuddin yang menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan kepedulian antarumat. Ia menyebutkan bahwa musibah yang terjadi hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong di tengah masyarakat. Dalam keterangannya ia menyampaikan, “Kami berharap bantuan yang disalurkan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir dan longsor serta menjadi penguat semangat untuk bangkit kembali,” tuturnya.
Selain menyalurkan bantuan, para Penyuluh Agama Islam juga memberikan dukungan moril serta doa agar para korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah. Kegiatan ini menjadi bagian dari peran sosial-keagamaan penyuluh di tengah masyarakat.
Masyarakat Desa Rantau Pauh dan Kampung Durian menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Diharapkan, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu proses pemulihan pascabencana.
Kegiatan kemanusiaan ini sekaligus menjadi wujud sinergi dan kebersamaan para Penyuluh Agama Islam Kota Medan dalam menjalankan peran sosial keagamaan serta pengabdian kepada umat dan bangsa.

