Penyuluh Agama Memberi Motivasi dan Penghiburan kepada Pasien RS Santa Elisabeth Medan

Medan (Humas) Dalam rangka memberi dampak nyata bagi masyarakat, para penyuluh agama Katolik dan Kristen hadir memberikan motivasi serta penghiburan kepada para pasien di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelayanan rohani menjadi bagian penting dalam proses penyembuhan pasien, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan pelayanan rohani yang meneguhkan harapan pasien di tengah proses pengobatan yang mereka jalani.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, dan diikuti oleh tujuh orang penyuluh agama, terdiri atas tiga penyuluh agama Katolik dan empat penyuluh agama Kristen. Kehadiran para penyuluh ini mencerminkan semangat kolaborasi lintas denominasi dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan penuh empati bagi para pasien.

Para penyuluh agama diterima di ruang kerohanian Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan dan disambut oleh Sr. Aquila Sinurat, FSE. Dalam arahannya, Sr. Aquila mengajak para penyuluh untuk memberikan motivasi dan penghiburan secara khusus kepada pasien yang sedang menjalani perawatan cuci darah di ruang Hemodialisis yang terletak di lantai tiga rumah sakit tersebut. Ia menegaskan, “Kehadiran penyuluh agama sangat berarti bagi para pasien. Mereka membutuhkan penguatan iman dan harapan agar tetap tegar menjalani pengobatan.”

Menindaklanjuti arahan tersebut, para penyuluh agama kemudian mengunjungi ruang Hemodialisis dan memberikan penguatan rohani kepada para pasien. Bentuk penghiburan yang diberikan antara lain melalui nyanyian lagu-lagu rohani seperti Hidup Ini Adalah Kesempatan, Musim Akan Berganti, dan Tuhan Yesus Setia. Lagu-lagu tersebut dinyanyikan dengan penuh penghayatan sehingga menghadirkan suasana yang menenangkan dan membangkitkan semangat para pasien.

Kegiatan ini disambut dengan penuh sukacita oleh para pasien. Salah seorang pasien mengungkapkan rasa syukurnya dengan mengatakan, “Kami merasa dikuatkan dan tidak sendirian. Lagu-lagu rohani yang dibawakan memberi kami ketenangan dan semangat baru.” Mereka merasa terhibur, diperhatikan, dan dikuatkan secara batiniah. Ungkapan terima kasih disampaikan oleh para pasien atas kehadiran dan perhatian para penyuluh agama yang telah meluangkan waktu untuk menyapa dan menguatkan mereka di tengah keterbatasan kondisi kesehatan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para penyuluh kembali ke ruang kerohanian. Mewakili para penyuluh agama, salah seorang penyuluh menyampaikan bahwa pelayanan ini merupakan panggilan untuk hadir dan menemani mereka yang sedang menderita. “Kami berharap kehadiran sederhana ini dapat menjadi tanda kasih Tuhan bagi para pasien,” ujarnya.

Sr. Aquila Sinurat, FSE menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta pelayanan para penyuluh agama yang telah memberikan motivasi dan penghiburan kepada pasien Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari pelayanan pastoral dan sosial bagi masyarakat.

Adapun penyuluh agama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Demaran Sigiro, S.Fil; Roni Antonius Sitanggang, S.Fil; Zetra Hail Saragih, S.Fil; Otomosi Zebua, S.Th; Daminta Berutu, S.Th; Sadar Kurnia Harefa, S.Th; dan Erika Ginting, S.Th.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *