Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kota Medan kembali hadir lewat program siaran rohani di Radio Maria Indonesia, Jalan Mataram No. 21, Petisah Hulu, Medan Baru, pada Kamis, 18 Desember 2025. Siaran yang berlangsung pukul 11.00–12.00 WIB ini mengangkat tema Masa Adven: Penantian yang Penuh Pengharapan Menuju Kasih Allah yang Nyata. Program dipandu oleh Ricardo Simamora, S.Ag., sebagai host, dengan menghadirkan tiga narasumber: Leonhard Hutagalung, S.S., Hekdi Jojada Sinaga, S.Fil., dan Roni Antonius Sitanggang, S.Fil.
Pada pembukaannya, Host Ricardo Simamora menyampaikan bahwa siaran ini bertujuan memperkaya iman umat dalam menyambut Natal melalui refleksi iman Adven. “Adven adalah masa liturgi yang penuh makna. Kita menantikan Kristus dengan hati yang penuh harapan, damai, dan kasih,” tuturnya. Ricardo juga menegaskan bahwa peran Penyuluh Agama Katolik adalah membantu umat mendalami spiritualitas Gereja dalam keseharian mereka.
Narasumber pertama, Leonhard Hutagalung menguraikan makna kedatangan Kristus dalam tiga dimensi iman: sejarah, rohani, dan eskatologis. Ia menegaskan bahwa Adven merupakan kesempatan umat untuk menata hati dan hidup secara mendalam. “Natal bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi saat kita membuka hati supaya Kristus sungguh hadir di dalamnya,” ujarnya. Leonhard juga membagikan pengalaman pelayanan kemanusiaan bagi korban banjir di Tapanuli Tengah dan Sibolga sebagai wujud nyata kasih sesama.
Hekdi Jojada Sinaga selaku narasumber kedua, menyoroti Minggu Adven pertama yang bertema pengharapan. Menurutnya, pengharapan bukan sekadar optimisme, tetapi keyakinan iman terhadap janji Tuhan. “Adven mengajarkan kita bahwa Allah selalu setia. Pengharapan menjadi dasar bagi kita untuk melangkah menuju perubahan rohani,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa masa Adven adalah undangan bagi umat untuk berjaga, bertobat, dan memperbarui iman dalam terang Sabda Tuhan.
Sementara itu, narasumber ketiga, Roni Antonius Sitanggang membahas tema sukacita sebagai ciri khas Minggu Adven ketiga. Ia menegaskan bahwa sukacita Kristiani tidak diukur dari kondisi duniawi, tetapi dari kehadiran Kristus dalam hidup umat. “Sukacita sejati ada di hati yang menyatu dengan Tuhan, bukan karena keadaan yang menyenangkan,” ucapnya. Siaran ditutup dengan pesan bahwa umat diajak mengakhiri masa Adven dengan hati yang penuh kasih, sembari mempersiapkan diri menyambut kelahiran Kristus dengan iman yang hidup dan damai sejahtera.

