Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Baru melaksanakan Bimbingan dan Penyuluhan melalui mimbar Khutbah Jum’at pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Masjid Hasanah, Jalan Metreologi, Tembung. Kegiatan ini mengangkat tema “Berbagi Kasih dan Sayang terhadap Korban Banjir Merupakan Keimanan.”
Dalam khutbahnya, penyuluh mengajak kaum muslimin untuk menumbuhkan rasa keprihatinan sebagai panggilan hati nurani atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Ia menekankan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar sikap kemanusiaan, melainkan juga wujud nyata dari keimanan kepada Allah SWT.
Jamaah diajak untuk saling membantu dan menolong sesama, baik yang seiman maupun sesama anak bangsa, dengan berbagi kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, sandang, dan bantuan lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban sekaligus menjadi penghibur bagi mereka yang terdampak musibah banjir.
Lebih lanjut disampaikan, kepedulian terhadap korban bencana merupakan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kaum dermawan, para aghniya’ (orang-orang yang berkecukupan), hingga masyarakat menengah dan siapa saja yang memiliki kemampuan. Dengan semangat gotong royong, saling bahu-membahu, dan bergandeng tangan, diharapkan para korban banjir dapat kembali bangkit, beraktivitas, serta menjalankan ibadah dengan layak dan baik.
Melalui khutbah ini, Penyuluh Agama Islam Medan Baru menegaskan bahwa menolong dan membantu sesama adalah bagian dari ibadah dan cerminan kasih sayang antar manusia. Kepedulian tersebut menjadi bukti bahwa keimanan tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.

