Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Lela Hamidah, S.Ag. (PAI Medan Belawan), Hj. Nita Lamongga, S.Ag. (PAI Medan Barat), dan Nurbaiti Lubis, S.Ag. (PAI Medan Amplas), mengikuti pengajian bulanan yang diselenggarakan oleh MUI Provinsi Sumatera Utara dengan menghadirkan Prof. Dr. H. Ardiansyah, Lc., M.Ag. sebagai narasumber. Pengajian ini mengangkat tema “Ibuku Sayang: Peran dan Tanggung Jawabnya dalam Membina Akhlak Bangsa”, yang menegaskan peran strategis ibu dalam pembentukan karakter generasi berakhlak.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Desember tersebut diawali dengan lantunan shalawat oleh Ketua Muslimat NU Sumatera Utara, Dra. Hj. Rohani, M.Ap., serta sambutan Ketua KPRK, Dra. Hj. Rusmini, M.A. Pengajian berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, serta dihadiri oleh berbagai majelis taklim dari sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Dalam materinya, Ardiansyah menegaskan bahwa ibu merupakan madrasah pertama bagi anak yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, ibu memikul tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia sejak dini sebagai fondasi utama kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. “Ketahanan moral sebuah bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan akhlak yang dimulai dari rumah,” tegasnya.

Sejalan dengan materi yang disampaikan narasumber, Lela Hamidah menegaskan bahwa kegiatan pengajian ini memberikan penguatan spiritual dan wawasan keagamaan bagi Penyuluh Agama Islam dalam menjalankan tugas pembinaan umat. Menurutnya, nilai-nilai tentang peran keibuan dan pembinaan akhlak sangat relevan untuk diterapkan oleh penyuluh sebagai teladan dalam keluarga maupun masyarakat binaan. “Materi yang disampaikan sangat relevan dengan peran kami sebagai penyuluh sekaligus sebagai ibu. Nilai-nilai yang diperoleh dari pengajian ini akan kami implementasikan dalam keluarga dan juga dalam kegiatan penyuluhan di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan semacam ini, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama diharapkan mampu menjadi teladan dalam pembinaan akhlak, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat luas. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan pengajian.

