Penyuluh Agama Islam KUA Medan Baru Ajak Jemaah Laksanakan Muhasabah di Akhir Tahun 2025

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Baru, Damri Tambunan, mengajak jemaah Majelis Ta’lim Diniyah yang berlokasi di Jalan Budi Luhur, Kota Medan, untuk menjadikan momentum akhir tahun 2025 sebagai ajang muhasabah atau introspeksi diri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu sore, 31 Desember 2025, bertepatan dengan detik-detik terakhir pergantian tahun.

Dalam suasana pengajian yang khusyuk dan penuh kekeluargaan, Damri Tambunan menyampaikan agar jamaah dapat merenungi perjalanan hidup selama satu tahun terakhir. Ia mengajak seluruh jemaah untuk menilai kembali amal perbuatan, kualitas ibadah, serta hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Menurutnya, muhasabah merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang muslim agar senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Melalui muhasabah, seseorang dapat menyadari kekurangan, memperbaiki kesalahan, dan menata niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik di masa yang akan datang.

Dalam tausiyahnya, Damri Tambunan mengutip firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surah Al-Hasyr ayat 18:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Ayat tersebut, lanjutnya, mengandung pesan yang sangat mendalam agar setiap manusia senantiasa mengevaluasi dirinya. Ia mengajak jemaah untuk merenung, seandainya kematian datang pada hari ini, sudah sejauh mana bekal amal yang dipersiapkan untuk menghadap Allah SWT. Apakah dosa lebih banyak daripada pahala, dan apakah amal ibadah yang dilakukan sudah cukup untuk mengantarkan ke dalam surga-Nya.

Damri Tambunan juga mengingatkan nasihat Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu yang sangat terkenal, yaitu:

“Hasibu anfusakum qabla an tuhasabu, wazinuha qabla an tuzanu.”

Artinya: “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah amal kalian sebelum kalian ditimbang.”

Nasihat tersebut, menurutnya, menjadi pedoman bagi umat Islam agar tidak menunda-nunda untuk memperbaiki diri, karena kehidupan di dunia hanyalah sementara dan setiap perbuatan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.

Lebih lanjut, ia mengajak jemaah untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun peningkatan kualitas diri, baik dalam aspek ibadah, akhlak, maupun kepedulian sosial. Ia berharap agar di tahun yang akan datang, jemaah semakin istiqamah dalam menjalankan perintah agama, diberikan kesehatan lahir dan batin, serta memperoleh rezeki yang halal dan penuh keberkahan.

Kegiatan muhasabah akhir tahun tersebut ditutup dengan doa bersama, memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan selama tahun 2025, serta memohon pertolongan dan bimbingan Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Baru berharap agar tradisi muhasabah di akhir tahun dapat terus dilestarikan sebagai sarana pembinaan umat, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap pergantian waktu adalah pengurangan usia yang harus diisi dengan amal kebaikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *