Awal Semester Genap, MIN 2 Medan Gelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta untuk Guru

Medan (Humas) — Mengawali Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Medan menggelar Pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta bagi para guru. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang guru MIN 2 Kota Medan sebagai bagian dari upaya madrasah dalam memperkuat kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan karakter, nilai kasih sayang, serta pendekatan pendidikan yang humanis dan berkeadaban. (05/01)

Pelatihan tersebut diikuti oleh seluruh guru MIN 2 Kota Medan. Bertindak sebagai narasumber adalah Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Aisyah, S.Pd. yang menyampaikan materi secara komprehensif terkait konsep dasar, tujuan, serta strategi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran di kelas.

Kepala MIN 2 Kota Medan, Khairina Hasibuan, S.Pd.I. dalam sambutannya menyampaikan bahwa awal semester genap merupakan momentum yang tepat untuk melakukan penguatan kapasitas guru dan penyamaan persepsi dalam pelaksanaan pembelajaran. Menurutnya, guru memiliki peran sentral tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik yang menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. “Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran yang menyejukkan, membangun empati, serta menciptakan suasana belajar yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik,” ujar Khairina.

Lebih lanjut, Khairina menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam pembentukan akhlak dan karakter. Oleh karena itu, guru diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan kasih sayang dalam setiap mata pelajaran dan aktivitas pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Aisyah menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menekankan nilai cinta kepada Allah SWT, cinta kepada sesama manusia, cinta terhadap lingkungan, serta cinta kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan melalui pendekatan pembelajaran yang ramah anak, komunikatif, dan menghargai perbedaan. “Guru menjadi kunci utama dalam penerapan Kurikulum Berbasis Cinta. Keteladanan, tutur kata, dan sikap guru akan menjadi pembelajaran nyata bagi peserta didik,” jelasnya.

Pelatihan yang berlangsung di ruang guru tersebut berjalan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan berbagi praktik baik antar guru. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, karena materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran di madrasah, khususnya dalam membangun iklim belajar yang positif dan kondusif.

Melalui pelatihan ini, MIN 2 Kota Medan berharap seluruh guru dapat mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara konsisten pada Semester Genap. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter serta penanaman nilai-nilai kasih sayang dan akhlak mulia.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen MIN 2 Kota Medan di bawah kepemimpinan Khairina untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam menghadirkan layanan pendidikan madrasah yang berkualitas, berkarakter, serta selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (YFK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *