Medan (Humas) — Dalam rangka memperkuat pembinaan mental dan spiritual warga binaan, Penyuluh Agama Kristen KUA Kecamatan Medan Baru, Sahat Hutasoit, M.Th., melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Selasa (6/1/2026).
Kegiatan penyuluhan ini bertujuan memberikan pendampingan rohani serta menanamkan nilai-nilai keimanan, harapan, dan pertobatan kepada anak-anak binaan agar mampu bangkit dan menata masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa pembinaan.
Dalam materinya, Sahat Hutasoit menekankan pentingnya perubahan sikap, penguatan karakter, serta kepercayaan diri sebagai bekal menjalani kehidupan di tengah masyarakat. Ia mengajak anak-anak binaan untuk tidak larut dalam penyesalan, tetapi berani memperbaiki diri.
“Setiap anak memiliki masa depan yang baik. Kesalahan di masa lalu bukanlah akhir dari segalanya, melainkan proses pembelajaran untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan beriman,” ujar Sahat Hutasoit di hadapan peserta penyuluhan.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan rohani memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak. “Dengan iman yang kuat, anak-anak binaan akan memiliki pegangan hidup, mampu mengendalikan diri, serta memiliki harapan untuk menjalani hidup yang lebih baik ke depan,” tambahnya.
Kegiatan penyuluhan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Anak-anak binaan tampak antusias mengikuti penyampaian materi, menyimak pesan-pesan rohani, serta terlibat aktif dalam sesi refleksi dan motivasi.
Salah seorang anak binaan mengaku kegiatan tersebut memberikan semangat baru. “Kami merasa diperhatikan dan dikuatkan. Penyuluhan ini membuat kami lebih percaya diri dan termotivasi untuk berubah menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Kristen KUA Kecamatan Medan Baru berharap pembinaan keagamaan di LPKA dapat terus berjalan secara berkelanjutan. “Kami berharap sinergi antara Kementerian Agama dan LPKA dapat terus terjalin demi membentuk generasi muda yang berkarakter, beriman, dan siap kembali ke masyarakat,” pungkas Sahat Hutasoit.

