Penyuluh Agama Islam Medan Tembung Sampaikan Tiga Pilar Penting dalam Islam di LPKA

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kecamatan Medan Tembung, Suriadi, S.Ag. dan Hermansyah, Lc., melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan mental dan spiritual bagi anak-anak binaan.

Dalam tausiyahnya, Hermansyah, Lc. menyampaikan materi bertema Tiga Pilar Penting dalam Islam. Ia menjelaskan bahwa bangunan ajaran Islam berdiri di atas tiga pilar utama, yaitu aqidah, syariah, dan akhlak, yang harus berjalan seimbang dan saling menguatkan.

“Islam dibangun di atas aqidah yang lurus, syariah yang dijalankan, dan akhlak yang mulia. Ketiganya tidak bisa dipisahkan, karena aqidah adalah fondasi, syariah adalah jalan hidup, dan akhlak adalah buah dari keimanan,” jelas Hermansyah.

Ia menambahkan bahwa aqidah yang berintikan tauhid akan melahirkan pribadi yang tenang, optimis, serta tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman yang keliru.

“Jika aqidah seseorang kuat, maka ia akan memiliki ketenangan jiwa dan tidak mudah terbawa oleh pengaruh negatif. Tauhid yang benar akan membimbing seseorang untuk selalu berharap dan bergantung hanya kepada Allah SWT,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hermansyah menjelaskan bahwa syariah melalui ibadah dan ketaatan kepada aturan agama berfungsi membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab sosial.

“Ibadah seperti shalat dan zakat bukan hanya kewajiban, tetapi sarana pembinaan diri agar hidup kita teratur, disiplin, dan penuh kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.

Adapun akhlak, menurutnya, merupakan wujud nyata dari ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Akhlak adalah wajah Islam yang terlihat. Sikap jujur, amanah, menghormati orang tua dan guru, serta tidak menyakiti orang lain adalah bukti keindahan ajaran Islam,” tegas Hermansyah.

Pada sesi akhir kegiatan, Suriadi turut memberikan nasihat dan penguatan kepada anak-anak binaan. Ia mengingatkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.

“Hidup ini tidak selamanya. Setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Karena itu, mari manfaatkan waktu yang ada untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan,” pesan Suriadi.

Ia juga mengajak para anak binaan untuk tidak berputus asa dan menjadikan masa pembinaan sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik.

“Jangan merasa rendah diri atau putus asa. Setiap orang punya kesempatan untuk berubah. Isilah hari-hari dengan ibadah dan perbuatan baik agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik,” pungkasnya.

Melalui kegiatan pembinaan keagamaan ini, diharapkan tumbuh kesadaran beragama serta menguatkan mental dan spiritual anak-anak binaan agar mampu bangkit, memperbaiki diri, dan menata masa depan yang lebih cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *