Medan (Humas) — Sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus penguatan ukhuwah Islamiyah, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan takziah ke rumah duka Nita Lamongga, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Barat, pada Senin (12/01/2026). Takziah ini dilaksanakan atas wafatnya ibunda tercinta, Mas Lina Matondang binti Syamsudin Matondang, yang meninggal dunia pada usia 76 tahun.
Rumah duka beralamat di Jalan KL Yos Sudarso Gang Panitera Nomor 36, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli. Kehadiran para penyuluh dari berbagai KUA se-Kota Medan menjadi bentuk empati, solidaritas, serta kepedulian keluarga besar Kementerian Agama terhadap sesama insan penyuluh yang tengah tertimpa musibah.
Kegiatan takziah diawali dengan pembukaan oleh Ketua Pokjaluh Kota Medan, Suriadi, yang menyampaikan susunan acara sekaligus maksud dan tujuan pelaksanaan takziah. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarpenyuluh.
“Takziah ini bukan sekadar tradisi, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Penyuluh Agama Islam Kota Medan,” ujar Suriadi.
Suasana khidmat semakin terasa saat pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dipimpin oleh Sontang Muda Harahap, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Timur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipanjatkan oleh Syah Muda Nasution, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Baru, dengan harapan agar almarhumah mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan.
Tausiah agama disampaikan oleh Masdar Tambusai, Penyuluh Agama Islam KUA Medan Tembung. Dalam tausiahnya, ia mengingatkan bahwa kematian merupakan ketetapan Allah SWT yang pasti dialami oleh setiap makhluk. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Mulk ayat 2:
“(Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya.”
Ayat tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bagi setiap insan agar senantiasa mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal saleh selama menjalani kehidupan di dunia.
Ucapan terima kasih mewakili keluarga disampaikan oleh Hasbullah, suami dari Nita Lamongga sekaligus Kepala KUA Medan Timur. Ia mengungkapkan rasa haru dan apresiasi atas kehadiran serta doa yang diberikan oleh seluruh penyuluh.
“Kami sangat bersyukur atas silaturahmi, kebersamaan, dan kepedulian Bapak dan Ibu semua. Semoga Allah SWT membalasnya dengan kebaikan yang berlipat,” tutur Hasbullah.
Kegiatan takziah ini mencerminkan kuatnya nilai kepedulian sosial, solidaritas, dan kebersamaan di lingkungan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan. Melalui doa, tausiah, dan silaturahmi, takziah tidak hanya menjadi sarana penghiburan bagi keluarga yang berduka, tetapi juga sebagai penguat iman serta pengingat akan hakikat kehidupan dan kematian sebagai ketetapan Allah SWT. (Paidi)

